Kabar Sidoarjo

Banyak TPST di Sidoarjo Tak Berfungsi Maksimal, DLHK: Karena Peralatannya Belum Lengkap

Di Sidoarjo baru punya 116 TPST. Itupun banyak yang tidak berfungsi maksimal karena belum lengkap peralatannya.

Banyak TPST di Sidoarjo Tak Berfungsi Maksimal, DLHK: Karena Peralatannya Belum Lengkap
suryamalang.com/M Taufik
TPST Pasar Krian, salah satu tempat pengolahan sampah yang ada di Sidoarjo. Dari 116 TPST yang ada, masih sekitar 30 TPST belum berjalan optimal 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Idealnya setiap desa atau kelurahan punya satu TPST (tempat pengelolaan sampah terpadu). Sidoarjo dengan jumlah desa sebanyak 353 desa dan kelurahan, harusnya juga punya TPST sebanyak itu.

Tapi sejauh ini, Kota Delta baru punya 116 TPST. Itupun banyak yang tidak berfungsi maksimal karena belum lengkap peralatannya.

Sampai saat ini, terhitung sedikitnya ada 30 TPST yang terbangun belum bisa dimanfaatkan. "Tidak berfungsi maksimal karena peralatannya belum lengkap," kata Sigit Setyawan, Kepala Data di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Selasa (9/7/2019).

Demikian halnya dengan 86 TPST yang sudah berjalan, diakuinya, juga belum semuanya optimal. Alasannya sama, terkait sarana dan prasarana di TPST itu sendiri.

Tentang 30 TPST yang tak berfungsi layak, disebut bahwa proses pembangunannya sudah dilakukan sejak 2018 lalu. Namun, dalam program pembangunan belum dilengkapi dengan pengadaan peralatan pengolahan sampah yang mumpuni.

"Karena program pembangunannya bertahap. Misalnya bangunan dulu, kemudian peralatan dan sebagainya. Nah, yang belum berjalan optimal itu adalah TPST yang memang belum tuntas," tandasnya.

Melihat kondisi itu, Sigit mengaku bahwa DLHK tidak akan membangun TPST baru sebelum semua yang ada berjalan maksimal. Pihaknya bakal mengalokasikan anggaran dan program TPST ke lokasi yang belum maksimal itu terlebih dulu, baru ke lokasi lain setelah semuanya beres.

"Kami juga akan mereview peralatan yang ada agar maksimal," lanjut mantan Kepala Dinas PUPR tersebut.

Di sisi lain, DLHK juga sedang sibuk memaksimalkan angkutan sampah di semua kecamatan. Seperti diketahui, sejak tahun lalu sudah ada pengadaan satu truk dan dua kendaraan roda tiga di setiap kecamatan untuk menangani sampah.

Kendaraan yang dioperasikan tersebut diharapkan bisa benar-benar maksimal. "Memang satu truk dan dua roda tiga belum bisa menjangkau semua wilayah di kecamatan, tapi setidaknya sudah membantu persoalan penanganan sampah," akunya.

Kendaraan sampah itu juga sebagai stimulan dari pemerintah agar wilayah bisa mengembangkan penanganan sampahnya masing-masing. Seperti memberdayakan setiap desa dengan anggaran dari dana desa, atau mengembangkan dengan cara kreatif lain.

"Program angkutan sampah itu merupakan langkah awal untuk mengalihkan semua kewenangan pengolahan sampah di masing-masing kecamatan. Jadi, butuh konsistensi dari pemerintah untuk menjalankan program dan melanjutkannya agar sampah benar-benar selesai di tingkat kecamatan," kata Ketua DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan.

Jika ada kekurangan, seperti kurangnya jumlah angkutan atau kurangnya peralatan pengelolaan sampah, dewan berharap eksekutif segera mengambil langkah untuk mencukupinya.

"Silakan dianggarkan, asalkan benar-benar untuk kepentingan masyarakat, dewan pasti bakal menyetujuinya," tegas Wawan, panggilan Sullamul Hadi Nurmawan.

Semakin cepat kekurangan-kekurangan dalam program itu terselesaikan, tentu akan semakin cepat pula tujuan pengelohan pengelolaan sampah di masing-masing kecamatan terealisasi dengan baik.

Penulis: M Taufik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved