Universitas Ma Chung

Prof Wardiman Djojonegoro ke Universitas Ma Chung Malang, Ajak Anak Muda Globalkan Sastra Panji

Profesor Wardiman Djojonegoro, dalam sebuah diskusi di Universitas Ma Chung, Kota Malang, mengatakan bahwa sastra dan budaya Panji telah tersebar

Prof Wardiman Djojonegoro ke Universitas Ma Chung Malang, Ajak Anak Muda Globalkan Sastra Panji
Benni Indo
Profesor Wardiman Djojonegoro bercerita tentang perjuangan Panji diakui Unesco di Universitas Ma Chung, Kota Malang, Kamis (11/7/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Saatnya anak muda Indonesia mengambil kesempatan untuk menglobalisasikan cerita Panji.

Mendikbud era 1993-1998, Profesor Wardiman Djojonegoro, dalam sebuah diskusi di Universitas Ma Chung, Kota Malang, mengatakan bahwa sastra dan budaya Panji telah tersebar ke luar nusantara.

Di satu sisi, Panji sendiri merupakan produk asli Indonesia, khususnya Jawa Timur. Katanya, selama ini bangsa Indonesia telah lama mengimport budaya dan sastra luar seperti Mahabarata, Ramayana. Padahal, Panji juga tidak kalah dengan kisah-kisah lainnya tadi.

Menurut Prof Wardiman, tantang anak muda saat ini adalah mengemaskan budaya Panji. Sebetulnya, Panji sendiri bisa diinterpretasikan dalam banyak hal. Wardiman menyebutnya open source seperti pada android.

“Panji itu prinsipnya adalah cerita, kemudian cerita dikemas dalam buku. Panji juga dikemas dalam tarian, topeng, dan yang lainnya,” terang Wardiman, Kamis (11/7/2019).

Saat ini, Wardiman tengah berupaya untuk membuat Panji relevan dengan kondisi kekinian. Oleh sebab itu, perlu peran anak muda.

Wardiman juga mendorong agar para kepala daerah bisa memasukkan ilmu sial kebudayaan Panji ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah mulai tingkat dasar hingga menengah atas.

Prof Wardiman Djojonegoro ke Kediri, Sebut Budaya Panji Menjadi Spirit Pemersatu Bangsa

“Sekarang ini, daerah memiliki kewenangan. Sehingga provinsi dan kabupaten/kotalah yang memiliki inisiatif. Harus ada muatan lokal dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Sementara itu, akademisi dari FISIP Unair di Departement Hubungan Internasional, Joko Santoso bahkan memperkenalkan istilah soft power. Secara garis besar, soft power adalah upaya menunjukkan daya tarik kepada khalayak agar orang tertarik.

Dalam konteks Panji, kata Joko peluang untuk membangun soft power itu terbuka lebar. Oleh sebab itu, peluang tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya para anak-anak muda.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved