Kabar Gresik

Warga Desa Menolak Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu di Gresik, Khawatirkan Pencemaran

penolakan tersebut lebih disebabkan oleh kekhawatiran akan adanya pencemaran lingkungan. Hal itu dapat menggangu kesehatan masyrakat.

Warga Desa Menolak Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu di Gresik, Khawatirkan Pencemaran
Ist
Lokasi Pembangunan TPST di Desa Bolo, Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik yang ditolak BPD dan warga 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPSP) di wilayah Gresik utara mendapat protes dari warga. Jika sebelumnya warga Desa Banyutengah, Kecamatan Panjeng, Kali ini warga Desa Bolo, Kecamatan Ujungpangkah menolak.

Bahkan surat penolakannya sudah dikirim ke Bupati dengan tembusan DPRD Gresik, Camat Ujungpangkah, Bagian Hukum, Inspektorat, Dinas Pertanahan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik.

"Kami Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bolo keberatan dan menolak pembangunan tempat pembuangan sampah," ujar Ketua BPD Bolo, Khoirul Jamil saat ditemui SURYAMALANG.COM, Kamis (18/7/2019).

Lanjut Khoirul, penolakan tersebut lebih disebabkan oleh kekhawatiran akan adanya pencemaran lingkungan. Hal itu dapat menggangu kesehatan masyrakat Desa Bolo.

Kendaraan pengangkut sampah yang datang dari luar Desa dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga. Ditambah lagi dapat merusak jalan desa. "Belum lagi nanti ada pemulung," tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, M Najikh membenarkan adanya penolakan dari warga setempat. Menurutnya, muncul penolakan dinilai wajar. Sebab, selama ini pihaknya belum terjun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi.

Padahal, TPST memiliki unsur pemberdayaan yang dikedepankan. Yakni dengan pendekatan teknologi. “Kita masih melakukan survei. Belum menetapkan TPST di Desa Bolo. Dan TPST itu bukan TPS biasa. Tapi ada pengelolaan sampah dengan teknologi,” ujarnya.

Sampah olahan dari TPST itu dapat menjadi bahan bakar untuk dimanfaatkan warga. “Sampah itu bisa jadi palet untuk kompor. Nanti akan kami sosialisasikan dengan masyarakat,” jelasnya.

DLH Gresik masih melakukan proses pengkajian kelayakan lahan di Bolo. Sedangkan di Pulau Bawean TPST berada di Desa Daun Kecamatan Sangkapura.

Dikatakan Najikh, lokasi TPST harus strategis, baik jauh dari pemukiman minimal 2 kilometer maupun mudah diakses kendaraan.

“Yang Bawean untuk pemilik lahan dan warga setempatnya sudah setuju. Kita juga sudah ada back up dari PJB,” pungkasnya.

Rencananya, Pemkab Gresik bakal membeli 3 lahan untuk TPST di tahun 2019. Diantaranya, untuk wilayah Gresik selatan di Desa Belahanrejo Kecamatan Kedamean dengan luas 2 hektar.

Kemudian, di wilayah Gresik utara seluas 2 hektar. Sementara di Bawean berada di desa Daun Kecamatan Sangkapura. Dari ketiga titik ini, baru satu yang beres yakni lahan di Desa Belahanrejo. “Tinggal melakukan pembayaran oleh Dinas Pertanahan,” tuturnya.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved