Kabar Surabaya

Mantan Pengurus PW Ansor: Parpol Tak Bisa Intervensi Konferwil Ansor Jatim

Sekalipun dekat dengan partai politik tertentu, para kandidat Ketua Ansor tak bisa dikategorikan kader partai manapun.

Mantan Pengurus PW Ansor: Parpol Tak Bisa Intervensi Konferwil Ansor Jatim
Google
Logo GP Ansor 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Mantan Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Ansor Jawa Timur, Ahmad Tamim tak menampik adanya anggapan sejumlah kandidat Ketua Ansor Jawa Timur dekat dengan partai politik tertentu. Namun, pihaknya memastikan bahwa Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor Jatim tak bisa diintervensi parpol manapun.

Sekalipun dekat dengan partai politik tertentu, para kandidat Ketua Ansor tak bisa dikategorikan kader partai manapun. "Kalau soal (kandidat ketua) representasi partai, sepertinya tidak ada," kata Gus Tamim kepada Suryamalang.com dikonfirmasi di Surabaya, kemarin. 

Oleh karenanya, menurut politisi PKB ini, apabila ada kandidat yang dekat dengan kader partai manapun tak bisa digolongkan ke partai tersebut. "Kalau ada yang dekat dengan saya, masa terus disebut PKB? Saya rasa tidak demikian," katanya.

Demikian pula apabila dekat dengan kader partai lain, menurutnya, tak bisa digolongkan partai tersebut. "Apabila ada calon yang dekat dengan sahabat saya, Pak Imam Ma'ruf (Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim yang juga Anggota Dewan Penasehat Pimpinan Pusat Ansor), jangan digolongkan bahwa itu masuk kader Gerindra," katanya.

Ia menegaskan, tak ada kepentingan politik dalam suksesi kepemimpinan ormas pemuda milik Nahdlatul Ulama (NU) ini. Sebab, kontestasi politik juga sudah selesai. "Beda halnya, kalau konferensi dilakukan sebelum gelaran pemilu. Misalnya Konferwil dilakukan sebelum pilgub (pemilihan gubernur) Jatim," katanya

"Sekarang, pilgub sudah selesai. Pilpres dan pileg juga sudah selesai. Tak ada kepentingan politik di situ," kata Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PKB ini.

Namun, sebagai organisasi kemasyarakatan, Ansor tetap bisa menerima bantuan dari partai politik. Apalagi, Ansor memiliki anggota yang memang tersebar di sejumlah partai politik. "Semua partai berhak untuk membantu. Bahkan, kalau bisa berlomba-lomba untuk memberikan bantuan," katanya.

Sebelumnya, Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (Uinsa), Fathoni Hakim menilai, penyelenggaraan Konferensi Wilayah (Konferwil) Pimpinan Wilayah (PW) Ansor Jawa Timur, Minggu (28/7/2019) mendatang syarat dengan muatan politis. Menurut Fathoni, sejumlah partai politik memiliki kepentingan di dalam Badan Otonom (Banom) milik Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Sebab, Ansor sebagai Banom NU memiliki anggota yang tersebar di berbagai partai politik. "Sudah menjadi kelaziman dari Pengurus Pusat (PP Ansor) untuk masuk di dunia politik. Kemudian, juga diikuti oleh kader-kader daerah baik provinsi maupun kabupaten kota," kata Fathoni.

Tak hanya itu, Ansor sebagai banom milik NU, ormas agama terbesar di Indonesia memiliki jumlah massa cukup besar. "Memang lagi-lagi konferensi Ansor menjadi menguatkan isu untuk menghitung massa. (Massa Ansor) Ini bisa menjadi modal awal untuk merawat konstituen (di pemilu)," katanya.

Dengan berbagai pertimbangan itu, tak mengherankan apabila menurutnya ada empat partai politik yang akan bertarung untuk memperebutkan posisi ketua Ansor Jatim. Keempat partai tersebut adalah PKB, NasDem, Gerindra, hingga PDI Perjuangan.

Di antaranya, Syafiq Syauqi (Ketua PC Ansor Tuban) yang dinilai calon Ketua representasi figur PKB. Mengingat ia merupakan menantu dari Fatkhul Huda (Bupati Tuban saat ini sekaligus Dewan Penasehat DPC PKB Tuban). Gus Syafiq juga adik dari M Sholahul 'Am Notobuwono (mantan Ketua PW Ansor Jatim, juga caleg PKB untuk DPR RI dari dapil Tuban-Bojonegoro).

Calon berikutnya, M Abid Umar (Mantan Caretaker Ketua PW Ansor Jatim) yang dinilai representasi NasDem. Gus Abid dinilai dekat dengan NasDem mengingat pada pemilu 2019 menjadi Calon Legislatif untuk DPRD Jatim dari NasDem di dapil Kediri.

Kemudian, Ahmad Ghufron Siradj (Pengurus PP Ansor) yang dekat dengan PKB hingga Gerindra. Jelang pendaftaran calon Ketua PW Ansor Jatim, Gus Gopong (sapaan Gus Ghufron) disebut-sebut mendapat restu dari kiai kharismatik asal Situbondo, yakni KHR Moh Kholil As'ad Syamsul Arifin. Ra Kholil selama ini juga dikenal dekat dengan Gerindra, termasuk sang Ketua Umum, Prabowo Subianto.

Hingga kandidat Ketua keempat, Mochammad Nur Arifin, mantan Sekretaris PW Ansor Jatim yang juga kader PDI Perjuangan. Saat ini, Mas Ipin (sapaan Nur Arifin) menjabat Bupati Trenggalek sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek dan Ketua Taruna Merah Putih Jatim, ormas pemuda milik PDI Perjuangan. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved