Universitas Brawijaya Malang
FEB UB Malang Kerjasama dengan CSIS Tingkatkan Penelitian Perekonomian
seminar yang dihadiri Direktur CSIS Dr Philips J Vermonte, Staf Khusus Presiden Prof Ahmad Erani Yustika, dan Peneliti Ekonomi CSIS Adinova Fauri.
Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) bekerjasama dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dalam membahas isu-isu strategis di bidang ekonomi Indonesia dan dunia.
Penandatanganan kerjasama dilakukan di UB. Rektor UB, Prof Nuhfil Hanani AR bersama Perwakilan CSIS Haryo Aswicahyono Ph D menandatangani nota kerjasama. Kemudian dilanjutkan seminar yang dihadiri Direktur CSIS Dr Philips J Vermonte, Staf Khusus Presiden Prof Ahmad Erani Yustika, dan Peneliti Ekonomi CSIS Adinova Fauri.
Bentuk kerjasama ini diformalkan dalam penandatanganan Mou antara UB dengan CSIS dan dilanjutkan dengan penandatanganan MoA antara FEB UB dengan CSIS dalam kerangka kerjasama dibidang pertukaran informasi, penelitian bersama, kolaborasi akademik, pendidikan dan pelatihan, peningkatan SDM, serta kerjasama lainnya. Baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Prinsipnya, universitas yang bagus ya kerjasamanya harus banyak. Untuk CSIS sendiri, bekerjasama dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah," ujar Dekan FEB UB, Nurkholis Ph.D, Kamis (25/7/2019).
Nurkholis menjelaskan, ada sebuah pola pergeseran industri gaya lama menjadi sebuah industri yang berbasiskan teknologi dan pengetahuan. Bahkan dijelaskannya, sekat disiplin ilmu ke depannya tidak lagi berjarak.
Perubahan juga terjadi dari industri yang berbasiskan sumber daya menuju industri yang berbasiskan pengetahuan, dari produksi massal (mass production) menuju kolaborasi massal (mass collaboration). Ia mencontohnya, mulai berkembangya start up di Indonesia, khususnya di Kota Malang.
"Start up adalah isu yang sekarang ini lagi dibicarakan banyak orang dan besar sekali pengaruhnya. Kalau sudah muncul perkembangannya semakin pesat, dan itu mempengaruhi banyak sektor, dan disrupsi terjadi di situ," terangnya.
Sementara itu, Peneliti Ekonomi CSIS, Adinova Fauri mencontohkan disrupsi teknologi yang saat ini terjadi adalah Grab. Perusahaan yang didirikan oleh pemuda ini berhasil memberikan kontribusi Rp 46,2 triliun ($ 3,3 miliar) kepada perekonomian informal Indonesia tahun lalu dalam bentuk pendapatan tambahan untuk pengemudi dan pedagang makanan.
Kontribusi Grab berasal dari tiga unit bisnis perusahaan: yakni GrabBike (Rp 15,7 triliun), GrabCar (Rp 9,7 triliun) dan GrabFood (Rp 20,8 triliun).
"Bahkan, dengan adanya Grab, para pedagang makanan, yang semuanya adalah usaha mikro dan kecil, juga mengalami peningkatan rata-rata 25 persen dalam penjualan harian dari rata-rata Rp1,4 juta menjadi Rp1,85 juta," terangnya.
Di Indonesia sendiri, penghambat pembangunan ekonomi adalah banyaknya pengangguran setiap tahunnya. Staff Presiden Achmad Erani Yustika menyebutkan, 8,63% lulusan SMK paling tinggi tingkat penganggurannya, disusul oleh lulusan SMA sebesar 6,78% dan lulusan Diploma I/II/III sebesar 6,89%.
"Hal ini berarti, masih perlu perbaikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja (vokasi)," ujarnya.
Bahkan penyerapan tenaga kerja hingga Februari 2019 masih didominasi oleh pekerja berpendidikan SD sebanyak 40,51%, SMP 17,75%, SMA sebanyak 17,86%, dan SMK sebanyak 11,31%. Penduduk bekerja berpendidikan tinggi Diploma sebanyak 2,82% dan sarjana sebanyak 9,75%.
Dengan demikian, perlu adanya inovasi untuk menunjang perekonomian penduduk Indonesia, terlebih di era disrupsi teknologi. Sebab ekonomi ke depan akan sangat bergantung dengan inovasi.
"Siapa yang berhenti 1 detik saja dari inovasi, jadi akan lewat. Bahkan, hingga hari ini, sumber daya ekonomi nyaris tak terbatas tergantung sampai seberapa jauh pikiran kita mampu untuk membesarkan keseluruhannya,” ujar Erani.
Erani mengatakan, selama pikiran masyarakat Indonesia isinya penuh, maka ia meyakini masyarakat bisa membangun imajinasi apapun menjadi sumber daya ekonomi yang maju.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/csis-ub-malang.jpg)