Malang Raya

Goldmart Sasar Milenial Untuk Smart Spending

Saat ini kaum milenial disasar Goldmart untuk smart spending lewat perhiasan. Hal ini karena banyak milenial yang bekerja selain kuliah.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Pramuniaga menata aneka perhiasan koleksi Goldmart di Outlet Goldmart Mal Olympic Garden Malang, Jumat (26/7/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Saat ini kaum milenial disasar Goldmart untuk smart spending lewat perhiasan. Hal ini karena banyak milenial yang bekerja selain kuliah.

“Daripada habis buat hang out, perhiasan bisa buat smart spending,” jelas IGA Komang Widariani, Area Manager PT Gold Martindo saat ditemui suryamalang.com di Goldmart Showroom MOG, Jumat (26/7/2019).

Dikatakan, ketika milenial sudah berpenghasilan sendiri, biasanya mulai berhati-hati memanfaatkan penghasilan.

Berbeda ketika masih mendapat pasokan dana dari orangtua. Mungkin membeli sesuatu yang mahal tidak masalah.

“Karena itu kami memberikan support dengan memberikan diskon sampai 40 persen untuk pembelian selama tiga hari ini (26-28 Juli 2019),” jelas Komang.

Selain itu masih ada lucky dip, lucky draw dll. Untuk itu pihaknya saat ini lebih mengkampanyekan Dare To Be You (Berani Jadi Diri Sendiri).

“Dari konsumen kami memang ada karakternya sendiri-sendiri,” kata dia.

Ada yang malu memakai perhiasan meski memiliki karena khawatir reaksi teman-temannya.

Padahal bisa jadi itu reaksi positif atas apa yang dipakai, misalkan bagus.

Sehingga dikampanyekanlah eksplorasi dirimu agar berani.

Tentang pilihan model perhiasan yang disukai konsumen Goldmart biasanya yang simple.

Toko di Malang adalah adalah toko independen ke 14. Sisanya ada di dalam atau gabung di departement store.

Bisnis perhiasan juga ada masa naik turun meski membidik semua kalangan.

“Kalau di Malang itu jika sudah masuk tahun ajaran baru atau habis lebaran, penjualan ‘istirahat’ meski bisa bisa mencapai target dengan perjuangan,” kata dia.

Hal ini karena masyarakat lebih mengutamakan membayar sekolah. Berbeda dengan di Bali.

“Kalau di Bali, pingin beli, ya beli aja,” jawabnya.

Sumber: SuryaMalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved