Kabar Surabaya

Begini Modus Mucikari Bojonegoro Jualan Gadis di Bawah Umur untuk Layani Pelanggan di Hotel Surabaya

Begini Modus Mucikari Bojonegoro Jualan Gadis di Bawah Umur untuk Layani Pelanggan di Hotel Surabaya

shanghaiist
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pria Bojonegoro jualan gadis di bawah umur seharga Rp 800 ribu untuk layanan hubungan badan dengan pria hidung belang di Surabaya.

Timbul Utomo (47), seorang pria asal Bojonegoro ditangkap Unit Jatanras Polrestabes Surabaya, Rabu (17/7/2019).

Selama tiga bulan, Timbul Utomo menawarkan anak-anak berumur 15-16 tahun untuk layanan seksual kepada pria hidung belang melalui Facebook.

Timbul memberikan iming-iming untuk mempekerjakan anak-anak tersebut.

Pria asal Petemon Barat ini pun mengajak dua korbannya ke sebuah hotel di kawasan Tegalsari.

Di sana, korban disuruh menunggu sementara Timbul menawarkan dua anak berusia 15-16 tahun itu kepada pria hidung belang melalui Facebook miliknya.

Saat pria hidung belang datang, para korban diminta melayani seksual dengan tarif hingga Rp 1 juta untuk dua jam.

"Kebetulan saat ini anak-anak, pengakuannya dua korban itu tapi sudah jalan tiga bulan," kata Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha, Minggu (28/7/2019).

Selama tiga bulan, Timbul menggunakan akun Facebook bernama Mutia untuk memposting tawaran layanan seksual.

"Dari pemeriksaan menawarkan kepada pria hidung belang. Sejak tanggal 11 juli 2019 check in di dua kamar hotel jadi standby di sana," kata Giadi.

Pria Bojonegoro Jualan Gadis di Bawah Umur Seharga Rp 800 Ribu untuk Hubungan Badan di Surabaya

Penangkapan Timbul lantaran terlibat sebagai mucikari perdagangan anak-anak di bawah umur.

Timbul Utomo melancarkan aksinya di sebuah hotel yang berada di kawasan Tegalsari Surabaya.

"Tersangka menawarkan perempuan di bawah umur untuk hubungan seksual, sejak 11 juli 2019 check in di sebuah hotel," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, Minggu (28/7/2019).

Dari pemeriksaan Unit Jatanras Polrestabes Surabaya, ada dua korban anak perempuan berusia 15 tahun dan 16 tahun yang dibawa tersangka ke sebuah hotel.

Saat melancarkan aksinya, Timbul memesan dua kamar hotel yang digunakan sebagai kamar tunggu para korban untuk bertemu sekaligus melayani pria hidung belang.

Di hotel tersebut tersangka dibekuk oleh Unit Jatanras Polrestabes Surabaya.

"Ada dua kamar hotel yang setiap hari digunakan berpindah-pindah kamar di hotel tersebut," kata Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha.

Saat penangkapan, polisi menyita satu handphone, uang tunai Rp 130 ribu, 12 pembayaran nota atas nama tersangka Timbul, sprei dan dua kunci kamar hotel.

Manfaatkan Facebook

Penawaran itu dilakukan Timbul melalui postingan sebuah Facebook bernama perempuan, Mutia.

Melalui akun miliknya itu, pria yang tinggal kos di Petemon Barat Surabaya ini menawarkan dua anak perempuan berusia 15-16 tahun.

"Korban ditawarkan. Penawarannya lewat Facebook ke pria-pria hidung belang, akunnya akun perempuan Mutia namanya," kata Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha, Minggu (28/7/2019).

Giadi mengatakan, tersangka mematok tarif berkisar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta.

Tarif tersebut untuk layanan seksual selama dua jam di kamar hotel kawasan Tegalsari Surabaya.

"Tarifnya itu per dua jam, short time. Korbannya dikasih Rp 400-500 ribu per dua jam itu," tambah dia.

Sejak tanggal 11 Juli 2019, Timbul memesan dua kamar hotel yang disediakannya untuk tempat standby korban menunggu dan melayani pria hidung belang.

Kedok menginap di sebuah hotel tersebut dibongkar polisi, Tersangka Timbul dibekuk Unit Jatanras Polrestabes Surabaya, Rabu (17/7/2019).

Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved