Kabar Surabaya

Granat Jatim: Usut Tuntas Oknum Polisi Diduga Terlibat Sindikat 50 Kg Narkoba di Madura

Arie Soeripan Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Jatim menuntut pengusutan tuntas terkait dugaan oknum anggota Polisi yang terlibat sind

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM
Arie Soeripan Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Jatim 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Arie Soeripan Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Jatim menuntut pengusutan tuntas terkait dugaan oknum anggota Polisi yang terlibat sindikat narkoba di Sokobanah, Sampang, Pulau Madura, dengan barang bukti 50 kilogram sabu-sabu.

=======================

Seharusnya, sebagai aparat penegak hukum memberikan contoh yang baik dengan adanya peredaran narkoba. Namun jika kenyataannya ada oknum polisi yang terlibat sindikat peredaran narkoba harus ditindak tegas.

Selama hukum ini ditegakkan maka setidaknya akan membuat efek jera bagi bandar narkoba termasuk para sindikatnya.

Jangan sampai yang lain sudah ditindak akan tetapi aparatnya (Diduga terlibat) tidak ditindak tegas ini kan bisa menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.

Dalam hal ini kami selaku yang mewakili organisasi granat memprediksi praduga tak bersalah selama tidak ada barang bukti yang bisa membuktikan hal itu maka kami tidak mau menuduh.

Namun apapun yang terjadi kami memberikan apresiasi dan penghargaan kepada aparat penegak hukum, forkompinda baik kepolisian angkatan darat, beacukai pemerintahan semuanya bersinergi untuk memberantas narkoba.

Kalau ada oknum kepolisian yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di Madura.

Memang ada satu oknum polisi yang diduga terlibat dalam penangkapan narkoba di Kabupaten Sampang, Madura.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Kalau memang ada oknum polisi yang terlibat harus ditindak tegas jangan malah dilindungi.

Itu jangan sampai terkecoh dengan iming-iming uang. Karena memang sangat fantastis sekali nilainya.

Kalau memang secara nyata dan terbukti oknum polisi itu terlibat dalam jaringan dan sindikat peredaran narkoba di Madura maka ya harus dipecat. Karena itu sudah mencederai hukum yang berlaku.

Mungkin tergiur imbalan dengan uang yang fantastis nilainya itu karena mohon maaf sekali karena kami juga tidak menutup dan tidak mau berasumsi memang ini kejadian, gaji polisi berapa dalam satu bulan?

Mohon maaf ya, maaf sekali sedangkan itu tidak sesuai dengan imbalan yang diberikan oleh nandar tersebut ini yang membuat imannya tidak kuat sehingga melakukan seperti itu.

Tadi juga sudah disampaikan oleh Bapak Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan Jawa Timur harus bersih narkoba.

Berkomitmen bersama stakeholder sama-sama memberantas peredaran narkoba di Jawa Timur.

Kami mewakili organisasi Granat dengan tegas menyatakan Siapa saja yang terlibat di dalam peredaran dan sindikat narkoba harus ditindak tegas tidak pandang bulu.

Bayangkan itu sabu-sabu dari Malaysia diposkan di daerah Madura lalu diedarkan di Indonesia bayangkan.

Berapa sudah korban, mereka tidak memikirkan masa depan anak bangsa akan tetapi dia hanya memikirkan untuk dirinya sendiri dan iya sudah berlangsung lama.

Semuanya tahu bahwa di Madura ini terkenal sebagai daerah maupun wilayah yang religius sekali banyak Pondok di sana, banyak santri di sana, banyak tokoh, ulama, Ustadz Kyai, Ibu Nyai. Tapi sungguh sangat ironis sekali kenapa peredaran narkoba semakin marak. Ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi organidasi granat ini tamparan.

Disana disebut juga sebagai seorang peredaran narkoba di Jawa Timur karena mungkin di sana wilayahnya laut dan rawa-rawa yang susah diakses atau dijangkau.

Kami pernah diundang di sana sosialisasi tentang peredaran narkoba bahwa disana narkoba itu bukan hal yang baru.

Mereka takut untuk melaporkannya, takut dibunuh, jadi mereka diam selama tidak mengganggu mereka.

Dan konyolnya disana bandarnya berlagak itu seperti Robinhood. Jadi di sana ada bandar narkoba yang mendapatkan uang yang tidak halal tapi itu dipergunakan untuk membantu masyarakat di sekitarnya ndak mampu jadi dia sudah dibantu para bandar ini.

Mereka diam karena tidak diganggu makanya dibantu dan kenyataannya seperti itu mengingat mohon maaf kebanyakan karena kurang mampu. Ironis sekali dan miris sekali ya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved