Arema Malang

Komentar Manajemen Terkait Teror Jelang Arema FC Vs Persib Bandung di Malang

Maung Bandung mendapat teror jelang melakoni pertandingan Arema FC vs Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang

Penulis: Dya Ayu | Editor: Zainuddin
Kolase - Instagram/@robertrenealberts - Twitter
'Teror' kembang api yang ditujukan pada tim Persib Bandung di hotel dan di saat selesai latihan di Stadion kanjuruhan mulai menuai respon jelang laga Arema FC Vs Persib Bandung 

Dia mengatakan masalah teror yang dialaminya sangat serius.

Supardi Nasir dan kolega tidak bisa tidur semalaman dan berakibat pada penurunan performa saat pertandingan.

“Kami tidak bisa tidur karena teror itu. Tidak ada polisi yang berjaga,” ucapnya.

2.    Komentar dari Persib Bandung

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris mengaku minta maaf atas kondisi yang dialami Persib selama di Malang.

Haris menegaskan hal tersebut bukan kesengajaan, melainkan kondisi di luar dugaan.

“Saya pribadi dan panpel Arema FC mohon maaf kepada Persib atas pelayanan kami selama di sini.”

“Jujur, itu tidak ada unsur kesengajaan, dan tidak ada unsur ingin memberi pelayanan buruk kepada tim tamu. Ini semua kejadian di luar dugaan kami.”

“Kami ingin memberi pelayanan terbaik kepada setiap tim lawan yang ke sini,” kata Abdul Haris kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (31/7/2019).

Terkait mundurnya jadwal keberangkatan ke stadion, Haris menyebut ada miskomunikasi antara petugas di lapangan dan panpel.

Hal itu yang menyebabkan Persib berangkat molor.

“Kami tegaskan bahwa itu bukan unsur kesengajaan. Memang ada miskomunikasi antara petugas di lapangan dan petugas kami.”

“Kendaraan taktis (rantis) yang seharusnya disiapkan lebih awal mengalami keterlambatan sehingga membuat jadwal keberangkatan menjadi sedikit molor,” jelasnya.

Panpel menyesalkan terjadinya insiden teror petasan yang dilakukan sekelompok di depan hotel tempat menginap Persib dan saat Persib hendak latihan.

Menurutnya hal itu juga di luar dugaan panpel Arema FC.

“Kami tahu jika Robert merupakan mantan pelatih Arema dan akrab dengan Aremania.”

“Awalnya kami menganggap itu bentuk persaudaraan Aremania dan Robert. Namun  salah komunikasi, ada yang datang ke depan hotel dan menyalakan petasan.”

“Mereka juga masuk dan menyalakan kembang api dan petasan saat Persib latihan. Ini tentu kami sesalkan,” tutur Haris.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved