Persib Bandung

5 Poin Surat PT PBB Soal Rangkaian Teror di Arema FC vs Persib Bandung, Singgung Insiden Sebelumnya

PT PBB resmi mengajukan permohonan evaluasi terhadap pelaksanaan pertandingan Arema FC vs Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang

5 Poin Surat PT PBB Soal Rangkaian Teror di Arema FC vs Persib Bandung, Singgung Insiden Sebelumnya
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Aremania masuk ke dalam lapangan pertandingan saat Arema FC menjadi Persib Bandung di Kanjuruhan, Minggu (15/4/2018) malam. 

SURYAMALANG.COM - PT PBB resmi mengajukan permohonan evaluasi terhadap pelaksanaan pertandingan Arema FC vs Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (30/7/2019) malam.

Surat permohonan evaluasi itu bernomor 22/DIR-PBB/VII/2019.

Surat yang ditandatangani Direktur PT PBB, Teddy Tjahjono itu dikirim kepada operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) tertanggal 30 Juli 2019.

Persib Bandung juga mengirimkan tembusan surat itu kepada Plt Ketua Umum PSSI Pusat, Iwan Budianto, Sekretaris Jendral PSSI Pusat, Ratu Tisha Destria, Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. 

Dalam surat itu, Persib mengeluarkan lima butir keberatan atas penyelenggaran pertandingan melawan Arema FC.

Berikut ini lima pernyataan resmi dari Persib atas insiden di Malang :

1. Bahwa pada hari Senin, 29 Juli 2019 pukul 15.30-16.30 WIB, Tim Persib Bandung melaksanakan Official Training (OT) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Setelah Tim Persib Bandung melaksanakan OT pada saat ofisial & pemain naik bus pariwisata untuk kembali ke hotel, oknum pendukung tim Arema FC menyalakan mercon/petasan yang diarahkan ke bus pariwisata dan berbicara kasar.

2. Bahwa pada hari Selasa, 30 Juli 2019 pukul 02.30 WIB, oknum pendukung tim Arema FC menyalakan mercon/petasan di sekitar hotel tempat menginap Tim PERSIB Bandung sehingga mengganggu jam tidur dan istirahat ofisial dan pemain Tim Persib Bandung dan petugas keamanan hotel tidak bisa memberhentikan kejadian menyalakan mercon/petasan yang terjadi lebih kurang 1 jam. Kejadian ini sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik pemain Tim Persib Bandung karena waktu tidur dan istirahatnya sangat terganggu.

3. Bahwa pada hari Selasa, 30 Juli 2019 sekitar pukul 13.30 telah terjadi kesepakatan dengan panpel Arema FC bahwa tim Persib akan berangkat dari hotel pukul 15.30 dengan mengendarai bus menuju hotel terdekat dari Stadion Kanjuruhan, untuk kemudian berpindah ke kendaraan Rantis milik Kepolisian. Akan tetapi, Tim Persib masih belum bisa berangkat ke stadion Kanjuruhan karena adanya miskomunikasi oleh panpel berdasarkan surat Rekomendasi Izin Keramaian No: Rek/000099/VII/YAN.2.1/2019DIT INTELKAMKapolda (terlampir), sehingga Tim Persib baru berangkat dari hotel pukul 16.29 dengan menggunakan kendaraan Rantis (meskipun kami tidak setuju menggunakan kendaraan Rantis menuju Stadion Kanjuruhan).

4. Terlampir disampaikan video tayangan-tayangan kejadian tersebut diatas.

5. Kejadian tersebut diatas bukanlah kejadian yang pertama, karena tahun lalu, pelatih kepala Tim Persib Bandung juga mengalami pendarahan di kepala karena adanya pelemparan botol oleh oknum suporter Arema Malang.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami mohon agar PT Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan evaluasi atas kejadian-kejadian tersebut dengan harapan supaya tidak terjadi peristiwa-peristiwa yang tidak nyaman tersebut, baik kepada Tim PERSIB Bandung, maupun klub- klub lain peserta kompetisi PSSI Liga 1  2019.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul RESMI Persib Bandung Laporkan Arema FC, Ini Lima Butir Keberatan Mereka.

Editor: Zainuddin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved