Citizen Reporter

Enam Kiat Mendongeng Cerita Panji Ala HIMPSI Malang

Kampung Budaya Polowijen (KBP) Malang menggelar Festival Dolanan Panji Milenial pada Ahad (28/7/2019).

Enam Kiat Mendongeng Cerita Panji Ala HIMPSI Malang
adi h
Kampung Budaya Polowijen (KBP) Malang menggelar Festival Dolanan Panji Milenial pada Ahad (28/07). 

SURYAMALANG.COM - Kampung Budaya Polowijen (KBP) Malang menggelar Festival Dolanan Panji Milenial pada Ahad (28/7/2019).

Festival tersebut merupakan wujud komitmen KBP dalam melakukan literasi budaya pada anak-anak. Nah, dalam event tersebut, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Malang turut berpartispasi dengan berbagi kiat-kiat mendongeng.

Menurut ketua HIMPSI Malang, Nirma Yullidya, mendongeng merupakan kegiatan positif yang dapat membantu anak menjalani tugas perkembangannya. Melalui mendongeng, anak dapat mencapai impian.

Lantas, Nirma memberikan enam kiat mendongeng cerita Panji yang terkenal seantero nusantara. Pertama, imajinasi. Anak dapat berkembang dengan cerita-cerita dongeng yang penuh khayalan, kekuatan super sang Panji, kesaktian keong mas, selendang ajaib bidadari, raksasa di kisah timun mas, dan banyak hal ajaib lainnya yang tidak ada di dunia nyata.

"Bukan dari game di dunia maya yang sangat akrab dengan anak seperti Free Fire, PUBG, Mobile Legend dan game online lainnya," katanya di Polowijen, Kec. Blimbing, Kota Malang.

Kedua, anak dapat belajar mengendalikan diri karena ia akan belajar untuk mendengar aktif, menahan diri untuk berkomentar, serta tidak melakukan kegiatan lain. Ketiga, pesan moral yang terkandung di dalam dongeng cerita rakyat panji sangat kental dengan kesederhanaan, ketegaran, kebaikan hati, fokus dalam menyelesaikan tugas hingga tuntas, dan lainnya, yang juga dapat membantu anak belajar memahami konsep benar dan salah.

Keempat, ingin tahu lebih banyak, dimana akan tumbuh rasa penasaran pada anak untuk mengetahui kisah-kisah lainnya serta dapat menimbulkan minat baca, yang saat ini cenderung rendah.

Kelima, aktivasi daya kreativitas anak. Akan muncul ide-ide kreatif berdasarkan dongeng yang ia dengar, sehingga ide-ide itu dapat ditunjukkan anak. Keenam, tampak potensi-potensi yang muncul. Misalnya, menggambar tokohnya, menceritakan kembali dengan gayanya sendiri, atau menuliskan kisah dongeng yang tadi ia dengar.

"Dengan demikian, daya ingat anak pun semakin terasah," tegas Nirma.

Dosen psikologi Universitas Gajayana Malang itu mengakui, tradisi mendongeng sudah sangat jarang dilakukan orang tua, salah satu alasannya orang tua sibuk bekerja, atau anak yang enggan belajar. Nirma bilang, mendongeng perlu pembiasaan yang tidak akan terlambat bila dimulai dari sekarang.

"Sehingga anak-anak menjadi lebih tahu cerita rakyat nusantara dibandingkan dengan kisah hero Barat, seperti Spiderman, Captain America, Batman, The Avengers dan para tokoh imajinatif lain," ujar dia.

Menurutnya, di era milenial mendongeng tidak hanya dapat dilakukan oleh orang tua terhadap anak.

"Namun, anak-anak generasi Z dan Alpha ini juga bisa mulai mendongeng dengan belajar dari guru di sekolah atau bahkan dari tutorial belajar mendongeng dari youtube," tukas Nirma. Adi H

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved