Kabar Surabaya

Tanggapan Rektor Unair Surabaya Perihal Rencana Menristekdikti Rekrut Rektor Asing di PTN

Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Profesor M Nasih: Kepemimpinan harus diimbangi faktor-faktor yang lain. Kalau hanya memecahkan satu...

Tanggapan Rektor Unair Surabaya Perihal Rencana Menristekdikti Rekrut Rektor Asing di PTN
Fatimatuz Zahro
Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Profesor M Nasih: Kepemimpinan harus diimbangi faktor-faktor yang lain. Kalau hanya memecahkan satu aspek saja mungkin dampaknya tidak terlalu maksimal. Sehingga menurutnya saya nggak hanya kepemimpinannya saja yang jadi penentu, tapi tata kelola, otonomi kampusnya, SDM, dan juga keuangan anggaran. 

Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Profesor M Nasih: Kepemimpinan harus diimbangi faktor-faktor yang lain. Kalau hanya memecahkan satu aspek saja mungkin dampaknya tidak terlalu maksimal. Sehingga menurutnya saya nggak hanya kepemimpinannya saja yang jadi penentu, tapi tata kelola, otonomi kampusnya, SDM, dan juga keuangan anggaran.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Profesor M Nasih, angkat bicara terkait kontoversi perekrutan rektor asing di perguruan tinggi negeri (PTN) yang diwancakan oleh Kementerian Ristek Dikti. 

Meski mengaku belum mengatahui detail konsep yang akan diberlakukan, Nasih mengatakan bahwa keberhasilan organisasi termasuk PTN bukan ditentukan dari rektornya saja melainkan banyak juga faktor lain yang mempengaruhinya.

"Saya belum tahu bagaimana skenario kebijakan itu. Tapi secara substansial keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya bergantung pada kepemimpinannya. Tapi juga tata kelola birokrasinya, mahasiswa dosennya, dan juga banyak faktor lain," kata Nasih.

Terutama soal tata kelola kampusnya. Dikatakan Nasih, jika tata kelola tidak dilakukan dengan benar, maka organisasi maupun PTN akan sulit dikembangkan.

Begitu juga terkait faktor iklim akademik. Hal ini menurut Nasih menjadi faktor yang juga menentukan agar suatu kampus bisa naik kualitasnya dan ringkingnya di kancah global.

"Kepemimpinan harus diimbangi faktor-faktor yang lain. Kalau hanya memecahkan satu aspek saja mungkin dampaknya tidak terlalu maksimal. Sehingga menurutnya saya nggak hanya kepemimpinannya saja yang jadi penentu, tapi tata kelola, otonomi kampusnya, SDM, dan juga keuangan anggaran," urai Nasih.

Untuk itu ia meminta agar ada kesepahaman yang holistik terkait meningkatkan kualitas dan ringking PTN yang menjadikan alasan adanya rencana menempatkan rektor asing di PTN yang ada di Indonesia.

Terutama terkait soal masalah kebangsaan yang tentunya akan berpengaruh besar jika ada rektor asing yang ditempatkan di PTN di Indonesia.

"Tapi saya tidak bisa berkomentar banyak karena tadi belum tahu bagaimana skenarionya. Tapi prinsipnya keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan dari faktor kepemimpinannya saja," pungkas Nasih.

Sebagaimana diketahui, saat ini pemerintah pusat khususnya Kementerian Ristek Dikti sedang menggodog aturan merekrut rektor asing untuk ditempatkan di PTN di Indonesia.

Bahkan aturan ini sedang dipercepat penyusunannya. Dengan harapan adanya rektor asing bisa meningkatkan ringking PTN Indonesia hingga 100 besar tingkat dunia.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved