Malang Raya
Warga Binaan di Lapas Wanita Malang Diajari Memasak ala Hotel
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas II A Malang menggelar cooking class bagi para warga binaan.
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, SUKUN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas II A Malang menggelar cooking class bagi para warga binaan.
Kelas memasak ini dibimbing oleh chef Heru Dwi Purwanto dari Swissbell-Inn Hotel.
Sebelum dimulai, warga binaan terlebih dahulu memakai celemek lengkap dengan sarung tangan dan masker.
Ada empat jenis makanan ala hotel yang bakal diajarkan kepada warga binaan ini.
Kepala Lapas Wanita Klas II A Malang, Ika Yusanti mengatakan agenda ini masuk dalam program kemandirian bagi para warga binaan.
Harapan ketika bebas nanti, warga binaan dapat memulai wirausaha dan tak terjabak kegiatan kriminal.
“Harapannya mereka punya bekal sampai di luar, punya keahlian, memasak berbagai macam makanan,” tutur Ika kepada SURYAMALANG.COM, Senin (5/8/2019).
Pelatihan ini adalah agenda rutin bagi warga binaan. Setiap hari warg abinaan membuat kue di ruang bakery Lapas.
“Namun, hari ini ada dampingan dari Swissbell-Inn. Jadi menu yang standar hotel,” imbuh Ika.
Warga binaan yang ikut cooking class, Megawati mengaku senang dengan adanya pelatihan tersebut.
Kegiatan itu, juga menjadi obat jenuh menjalani hari-hari di dalam Lapas.
Mega adalah narapidana kasus narkoba yang divonis 15 tahun penjara.
Dia ditangkap oleh Polda Jatim sekitar lima tahun lalu dan mendekam selama tiga tahun di Lapas Wanita Klas II A Malang.
“Awalnya saya di Rutan Medaeng, lalu dipindah ke sini,” ucap Megawati.
Napi teroris, Tini Susanti Kaduku juga mengikuti cooking class.
Tini adalah istri dari pimpinan teroris Poso, Ali Kalora.
Adapula Kathlyn Dunn yang juga napi narkoba dan divonis seumur hidup.