Kabar Surabaya

59 Orang Percaya Diri akan Naik Haji, Ternyata Malah Digiring ke Polda Jatim

Jemaah ini berangkat Senin sore pukul 17.00 dari alun alun Bangil Pasuruan menuju Asrama Haji Sukolilo.

59 Orang Percaya Diri akan Naik Haji, Ternyata Malah Digiring ke Polda Jatim
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebanyak 59 orang percaya diri akan naik haji sehingga nekat menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya

Mereka dijanjikan terbang ke tanah suci karena akan mengisi porsi kosong yang tidak diambil CJH asli.

Namun mereka hanya bisa menahan kecewa. Jangankan bisa terbang ke Mekkah, masuk Asrama Haji Sukolilo sisa tidak bisa. Malah mereka digiring ke Polda Jatim.

Yang bikin jengkel, tidak saja karena tidak bisa ibadah haji namun selama berjam-jam mereka telantar di luar Asrama Haji Sukolilo. "Di daerah Klampis hingga jam delapan malam. Kami terus digiring ke Polda  Jatim," kenang M, salah satu korban.

Seluruh CJH di luar porsi haji itu berjumlah 59 jemaah. Mereka kebanyakan berasal dari Pasuruan dan sekitarnya.

Jemaah ini berangkat Senin sore pukul 17.00 dari alun alun Bangil Pasuruan menuju Asrama Haji Sukolilo. 

Jemaah ini berangkat dalam satu rombongan bus yang dicarter. Tidak seperti rombongan bus jemaah haji resmi yang berangkat rombongan beberapa bus. Ini hanya satu bus.

Ungkapan Perasaan Orang Gagal Naik Haji akibat Tertipu di Surabaya

Rombongan ini tidak langsung masuk Asrama Haji Sukolilo begitu tiba pukul 18.00. Sebab mereka tidak masuk dalam rombongan kloter resmi yang terdaftar di Kemenag. 

Namun oleh oknum tertentu dijanjikan bisa masuk porsi haji kemenag dan bisa langsung terbang. "Tapi betapa paniknya kami tidak masuk asrama haji," kenang M.

Apalagi pembimbing haji waktu itu digelandang ke Polsek. Selama dua jam telantar di Klampis. Ada yang tetap tertahan di bus. Ada yang dijemput keluarga. 

"Kami pun bersama jemaah yang lain hanya bisa pasrah dan tawakkal di dalam bus. Mereka sudah mendapatkan bahwa porsi haji itu gak benar. Kami sebenarnya berangkat tahun 2040," kata M.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved