Kabar Surabaya
Ungkapan Perasaan Orang Gagal Naik Haji akibat Tertipu di Surabaya
"Saya ke Polda bersama suami. Tadi ada Bibi saya. Dia saja tak tahu kalau kami kena masalah. Tapi ini adalah cobaan," tutur M.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: yuli
"Saya ke Polda bersama suami. Tadi ada Bibi saya. Dia saja tak tahu kalau kami kena masalah. Tapi ini adalah cobaan," tutur M.
SURYAMALANG.COM, SURABAYA -Sepasang suami istri menjadi bagian dari 59 orang yang tertipu porsi haji abal-abal.
Warga Surabaya Utara, M dan F, itu memilih menyimpan musibah yang mereka hadapi untuk dirinya sendiri.
Keduanya takut warga kampung tahu kalau keluarga ini menjadi korban ulah salah satu pelaku yang menjanjikan bisa menaikkan haji sebelum waktunya.
"Mohon biar warga kampung dan tetangga jangan ada yang tahu. Hanya keluarga saya yang tahu kalau kami tidak jadi ke Tanah Suci," ucap perempuan dua anak kepada SuryaMalang.com.
• 59 Orang Percaya Diri akan Naik Haji, Ternyata Malah Digiring ke Polda Jatim
SuryaMalang.com berusaha menelusuri rumah korban ini. Keduanya tinggal di sebuah kampung padat penduduk di Wilayah Surabaya Utara. Untuk masuk kampung saja motor harus dimatikan mesin dan dituntun.
Keberadaan suami istri ini cukup terpandang. Rumahnya lebih besar dan tetangganya dan bertingkat. Dua lantai. Modelnya dua rumah dijadikan satu.
Rumah ini dekat salah satu masjid di Kampung. Usai Isya' masih banyak anak-anak mengaji di masjid tersebut. Kegiatannya seperti Ponpes.
Di dinding rumah M dan F terdapat semacam banner papan nama permanen. Sebuah perjalanan umrah dan haji plus. Namun saat dicek, rumah itu tertutup.
"Saya ke Polda bersama suami. Tadi ada Bibi saya. Dia saja tak tahu kalau kami kena masalah. Tapi ini adalah cobaan," tutur M.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kaki-salah-seorang-jemaah-haji-indonesia-melepuh-ketika-dijumpai-di-masjidil-haram.jpg)