Berita Arema

BERITA AREMA POPULER Hari Ini, Tanggapan Coach Milo Soal Pemecatan Djanur & Update Penjualan Tiket

BERITA AREMA POPULER Hari Ini, Tanggapan Coach Milo Soal Pemecatan Djanur & Update Penjualan Tiket

Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
KOLASE SURYAMALANG.COM
BERITA AREMA POPULER Hari Ini, Tanggapan Coach Milo Soal Pemecatan Djanur & Update Penjualan Tiket 

SURYAMALANG.COM - Berita Arema populer hari ini, Selasa 13 Agustus 2019 salah satunya tanggapan pelatih Arema FC, Coach Milo terkait pemecatan pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman (Djanur).

Selanjutnya adalah update penjualan tiket yang tersisa untuk laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Kamis (15/8/2019) mendatang. 

Lalu yang terakhir adalah jumlah personel yang akan diturunkan untuk menjaga keamaan laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya Kamis mendatang. 

Selengkapnya, berikutulasan berita Arema populer yang berhasil SURYAMALANG.COM rangkum dari liputan wartawan langsung di lapangan.

1. Tanggapan Coach Milo Terkait Pemecatan Djanur

Milomir Seslija, Pelatih Arema FC.
Milomir Seslija, Pelatih Arema FC. (Dya Ayu Wulansari)

Milomir Seslija, Pelatih Arema FC, buka suara soal nasib Djadjang Nurdjaman (Djanur) yang dipecat manajemen Persebaya Surabaya.

Djanur dipecat karena rentetan hasil kurang memuaskan yang diperoleh Persebaya Surabaya. Djanur gagal membawa Bajul Ijo menang, sehingga ia dipecat usai Persebaya ditahan imbang Madura United dengan skor 2-2, Sabtu (10/8/2019) lalu.

Tak hanya Djanur, beberapa pelatih juga telah dipecat dalam gelaran Liga 1 2019 ini karena hasil yang diraih timnya.

Terkait kondisi ini, Milo menilai jika pergantian pelatih untuk memperbaiki hasil yang diperoleh suatu tim bukanlah solusi yang tepat, sebab baginya hasil positif didapat tak lepas dari proses panjang.

"Persebaya adalah tim besar dengan pendukung yang sangat banyak dan harapan besar, tapu kebijakan di sepak bola tidak bisa datang semalam, bukan proses yang instan, semua butuh waktu," kata Milomir Seslija kepada SuryaMalang.com, Senin(12/8/2019).

"Saya tahu Djadjang Nurdjaman adalah pelatih yang baik, semua prestasinya berbicara atas namanya. Menurut saya, mengubah pelatih bukanlah solusi terbaik," tambahnya.

Nasib Milo nyaris pernah sama dengan Djanur, kala itu diawal Liga 1 Arema FC meraih hasil minor.

Puncaknya, saat Arema FC kalah dari PS Tira Persikabo di Stadion Gajayana, Malang, Sabtu (29/6/2019). Namun Milo lepas dari lubang jarum setelah ia berhasil membawa Singo Edan kembali ke jalur positif. (Dya Ayu)

2. Arema FC VS Persebaya Surabaya - Aremania HAramkan 'Singo Edan" Kalah Lawan Bajul Ijo

Update Klasemen sementara Liga 1 2019, Posisi Arema FC terancam Persebaya dan PSS Sleman
Update Klasemen sementara Liga 1 2019, Posisi Arema FC terancam Persebaya dan PSS Sleman (Superball.id/Ndaru Guntur)

Laga klasik penuh gengsi Arema FC Vs Persebaya Surabaya bakal tersaji, Kamis (15/8/2019) mendatang di Stadion Kanjuruhan.

Pertandingan tersebut akan menjadi pertandingan penting karena lawan yang dihadapi merupakan rival abadi. Selain itu, laga tersebut juga merupakan pertandingan yang paling dekat dengan ultah ke-32 tahun Arema FC  yang jatuh pada Minggu (11/8/2019).

Tak hanya itu, saat menjamu Bajul Ijo, rencananya Singo Edan akan mengenakan jersey dengan apparel baru mereka, setelah putus kerjasama dengan Munich X.

"Harapan aremania ketika lawan Persebaya, Arema bisa mencapai hasil yang maksimal dan wajib meraih tiga poin. Haram hukumnya kalah lawan Persebaya agar bisa memperbaiki peringkat di klasemen Liga 1 dan apa yang di harapkan menuju juara bisa tercapai," kata Awang Karta, Koordinator Aremania kepada SuryaMalang.com, Senin (12/8/2019).

Selain Awang, Amin Fals aremania Jalur Gaza (Pasuruan) berharap agar pertandingan lawan Persebaya Surabaya berjalan lancar tanpa nyanyian rasis seperti pertandingan sebelum-sebelumnya.

"Harapan kami tentu tiga poin, pertandingan aman, lancar, tidak rasis, tidak ada flare karena eman-eman kalau kenek dendo (sayang kalau dapat denda)," tutur Amin Fals. (Dya Ayu)

3. Update Penjualan Tiket Laga Arema FC VS Persebaya Surabaya, Sisa 1.000 an dari Total 42.000 Lembar

Logo Arema FC.
Logo Arema FC. (Instagram.com/aremafcofficial)

Tiket pertandingan Big Match Arema FC Vs Persebaya Surabaya, akan segera habis.

Pasalnya dari total 42 ribu lembar tiket yang dicetak Panpel Arema FC, kini hanya tersisa 1000 lembar tiket saja.

Sehingga bagi aremania yang belum mendapatkan tiket diharapkan segera membeli di tiket box Kantor Arema FC.

"Untuk tiket kurang lebih tinggal 1000an," kata Abdul Haris Ketua Panpel Arema FC, Senin (12/8/2019).

Haris menjelaskan, pihak panpel tidak akan melakukan penambahan jumlah tiket, sekalipun permintaan tiket pada laga klasik ini tinggi.

"Kami tidak melakukan penambahan tiket, dan kami cetak sesuai kapasitas saja karena antisipasi membludaknya penonton," jelasnya.

Berkaca dari pertandingan melawan Persebaya sebelum-sebelumnya, potensi membludaknya penonton sangat besar, karena mengingat catatan rivalitas kedua tim. (Dya Ayu)

4. Jumlah Personel yang Akan Diturunkan Saat Laga Arema FC Lawan Persebaya Surabaya

Arema FC
Arema FC (Suryamalang.com/kolase)

Sebanyak 1749 personel keamanan akan mengamankan jalannya pertandingan super big match di Liga 1 antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis (15/8/2019).

Dari Rapat Koordinasi (Rakor) yang diikuti Panpel Arema FC, Senin (12/8/2019) siang di Polda Jatim, sebanyak 1749 personel keamanan ini diantaranya terdiri dari Polres Malang sebanyak 623 personel, 250 personel Brimob Polda Jatim, 150 personel dari Kodim, 100 personel dari Yonif 515, 200 personel Panpel Arema, dan beberapa personel lainya.

"Dari Rakor yang kami hadiri tadi siang di Polda Jatim, total ada 1749 personel yang akan mengamankan jalannya pertandingan Arema FC Vs Persebaya," kata Abdul Haris Ketua Panpel Arema FC pada SuryaMalang.Com, Senin (12/8/2019) sore.

Jumlah ini tentu lebih banyak dibanding pertandingan Big Match saat Arema FC menjamu Persib Bandung, Selasa (30/7/2019) lalu di Stadion Kanjuruhan.

Saat itu, pertandingan yang digelar malam hari diamankan sebanyak 1300 personel keamanan. Sementara pertandingan-pertandingan biasanya hanya diamankan 600 personel keamanan saja.

Banyaknya jumlah personel keamanan ini tak lain sebagai antisipasi hal-hal yang tak diinginkan terjadi, seperti pertandingan di Liga 1 2018 lalu.

Saat itu penonton menyerobot masuk stadion, perkelahian antar penonton karena adanya indikasi suporter tamu datang, menyanyikan lagu rasis yang menyulut perkelahian, suporter masuk ke lapangan dan beberapa kejadian lainnya. (Dya Ayu)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved