Jendela Dunia

Dokumentasi Pembunuhan Sadis, 9 Mayat Tanpa Busana Digantung di Kolong Jembatan & Berlumuran Darah

Dokumentasi Pembunuhan Sadis, 9 Mayat Tanpa Busana Digantung di Kolong Jembatan & Berlumuran Darah

Dokumentasi Pembunuhan Sadis, 9 Mayat Tanpa Busana Digantung di Kolong Jembatan & Berlumuran Darah
The Sun
Dokumentasi Pembunuhan Sadis, 9 Mayat Tanpa Busana Digantung di Kolong Jembatan & Berlumuran Darah 

Pembunuhan itu terjadi di negara bagian Michoacan, menandai kembalinya pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh geng narkoba setelah puncak perang narkoba 2006-2012 di Meksiko.

Beberapa mayat digantung dengan tangan terikat, beberapa dengan celana panjang yang ditarik ke bawah.

Kemudian sebuah ancaman bertuliskan Jalisco, menunjukkan nama geng narkoba yang terkenal kejam.

Potongan spanduk itu terbaca, "Jadilah seorang patriot, bunuh Viagra," diduga tulisan itu mengancam geng saingan, Viagra.

Penemuan mayat diduga korban perselisihan geng narkoba di Meksiko
Penemuan mayat diduga korban perselisihan geng narkoba di Meksiko (Aristegui via The Sun)

Peringatan berdarah

"Kekerasan teater publik seperti ini, di mana Kamu tidak hanya membunuh, tetapi Kamu membual tentang pembunuhan, dimaksudkan untuk mengintimidasi saingan dan mengirim pesan kepada pihak berwenang," kata analis keamanan Meksiko Alejandro Hope.

"Impunitas sinis semacam ini telah meningkat di Michoacan," tambahnya.

Dalam satu serangan khusus pada Mei, konvoi truk yang ditandai dengan inisial Jalisco melaju melalui kota Zamora menembak beberapa polisi.

Uruapan adalah tempat perang narkoba pertama kali di Meksiko pada 2006, ketika anggota La Familia yang sekarang sudah berkurang menggulingkan lima kepala yang terpenggal ke lantai aula dansa.

Hal yang terjadi selanjutnya adalah delapan tahun teror di Michoacan, sampai akhirnya petani bangkit dalam gerakan main hakim sendiri menggunakan senjata untuk mengusir La Familia dan geng penggantinya, Templarios Caballero, keluar dari negara bagian.

Halaman
1234
Penulis: Frida Anjani
Editor: eko darmoko
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved