Kabar Jember

Istri Jadi TKW di Taiwan, Suami Umur 40 Tahun Tewas di Jember, Bayinya Tunggui Jenazah hingga 3 Hari

PERISTIWA PILU DI #JEMBER - Lelaki 40 tahun itu hanya tinggal berdua dengan bayi perempuannya. Istrinya bekerja sebagai TKW di Taiwan.

Istri Jadi TKW di Taiwan, Suami Umur 40 Tahun Tewas di Jember, Bayinya Tunggui Jenazah hingga 3 Hari
web
ILUSTRASI - Istri Jadi TKW di Taiwan, Suami Umur 40 Tahun Tewas di Jember, Bayinya Tunggui Jenazah hingga 3 Hari 

PERISTIWA PILU DI JEMBER - Lelaki 40 tahun itu hanya tinggal berdua dengan bayi perempuannya. Istrinya bekerja sebagai TKW di Taiwan.

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Seorang bayi perempuan berusia 14 bulan ditemukan 'menunggui' jasad ayahnya di sebuah rumah di Perumahan Kaliwining Asri Blok C-6 Kecamatan Rambipuji, Jember.

N, bayi perempuan itu, diprediksi berada di dekat jenazah ayahnya, Aan Junaidi alias Fauzi (40) selama tiga hari.

Jasad Fauzi ditemukan oleh polisi dan warga, sekitar pukul 14.30 Wib, Rabu (14/8/2019).

Kapolsek Rambipuji AKP Sutarjo mengatakan, awalnya pihaknya mendapatkan laporan dari warga setempat sekitar pukul 14.00 Wib. Warga melapor adanya bau menyengat di sekitar rumah tersebut.

"Akhirnya anggota datang ke rumah itu setelah mendapatkan laporan. Saat kami datang, pintu dalam keadaan tergembok. Akhirnya kami panggil RT dan RW setempat untuk menyaksikan pembukaan paksa pintu rumah," ujar Sutarjo kepada SuryaMalang.com, Rabu (14/8/2019).

Polisi dan warga menemukan sesosok jenazah di dalam kamar. Kondisi jenazah sudah memprihatinkan dan mengeluarkan bau menyengat. Namun yang lebih mengagetkan, polisi menemukan anak perempuan di dekatnya.

"Ada anaknya juga di kasur, di dekat jenazah ayahnya. Dari keterangan warga sekitar, ternyata bayi itu anak korban dan berusia 14 bulan," imbuh Sutarjo.

Tetangga Rawat Bayi 14 Bulan yang Sempat Tunggui Jenazah Ayah Selama 3 Hari, sampai Ibunya Pulang dari Taiwan

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Bayi itu ditemukan menangis dan dalam kondisi lemas. Warga langsung menyelamatkan si bayi itu.

Warga menggendong bayi perempuan itu. Pertolongan pertama yang diberikan antara lain dengan memberikannya air gula.

"Sebab kondisinya lemas, dan tadi langsung digendong jadi belum tahu apa dia sudah bisa jalan atau belum. Kemungkinan yang menunggui jenazah ayahnya di kasur itu," imbuh Sutarjo.

Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi, warga sekitar terakhir kali melihat Fauzi pada Minggu (11/8/2019) pagi. Sejak Senin (12/8/2019) warga sudah tidak melihat lelaki itu.

Lelaki itu hanya tinggal berdua dengan bayi perempuannya itu. Istrinya bekerja sebagai TKW di Taiwan. Polisi, kata Sutarjo, sudah memberitahu perihal kematian Fauzi kepada istrinya.

"Sedangkan untuk penyebab kematian Fauzi, belum bisa kami simpulkan karena menunggu visum dan otopsi dari tim medis," pungkas Sutarjo.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved