Berita Malang
BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Pekerjaan Istri Teroris & Sikap Wali Kota Malang ke Mahasiswa Papua
Rangkuman berita Malang populer hari ini, pekerjaan istri teroris hingga sikap Wali Kota Malang ke Mahasiswa Papua.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM - Berita Malang populer hari ini, Selasa (20/8/2019) salah satunya soal pekerjaan istri teroris setelah bebas.
Selain itu, berita Malang populer hari ini juga menyangkut sikap Wali Kota Malang atas aksi demo Mahasiswa Papua.
Agar lebih jelas, simak rangkuman berita Malang populer hari ini oleh SURYAMALANG.COM:
1. Pekerjaan istri teroris setelah bebas
• Tes Kepribadian - Apakah Sifat Burukmu? Bentuk Pertama yang Kamu Lihat adalah Jawabannya
Tini alias Umi Fadel adalah narapidana kasus terorisme yang ditangkap pada Oktober 2016.
Suaminya, Ali Kalora adalah pemimpin jaringan teroris MIT yang menggantikan peran Santoso setelah tewas tertembak Satgas Tinombala.
Saat penangkapan, Tini sedang hamil besar dan mengungsi ke rumah adik iparnya di Desa Moengko Lama, Poso.
Sebelumnya, perempuan beranak empat ini memilih hidup di Gunung Biru menemani suaminya.
"Awalnya saya pikir hanya tiga hari saja ke gunung karena Santoso menelepon dan bilang kalau suami saya sakit. Tapi saat mau turun, TNI terus datang, saya takut. Akhirnya suami tidak izinkan saya pulang," katanya.
Dalam persidangan, jaksa mengungkap peran Tini adalah sebagai fasilitator pertemuan Jumiatun alias Umi Delima (istri Santoso) dengan Santoso.
• Cegah Hoax, Pemerintah Batasi Penggunaan Internet di Papua, Layanan Telkomsel Juga Terganggu
Ceritanya, September 2014, Santoso mengirim pesan melalui akun Facebook-nya yang bernama ‘Madu Hutan’ kepada Tini. Ketika itu, Santoso meminta Tini untuk menjemput Jumiatun di rumah kosnya.
Tini pula yang kemudian menjadi penjemput Nurmi (istri Basri) yang akan bertemu dengan Basri, sebulan setelahnya. Instruksi penjemputan Nurmi ini pun disampaikan Santoso lewat akun Facebook yang sama.
Tak hanya itu, Tini juga yang diminta Santoso untuk mencari orang yang akan merawat anaknya saat Jumiatun menyambangi kelompok MIT ke gunung.
Tini mengatakan kekuatan jaringan teroris yang kini dipimpin suaminya semakin melemah.
Selain kehilangan banyak pasukan, amunisi yang dikantongi juga menipis. Apalagi, hanya Ali yang punya keahlian senjata dan mengenyam pendidikan militer dari Santoso.
"Waktu di sana, cuma suami saya kok yang pegang senjata. Yang lain tidak," katanya.
Pengadilan Jakarta Timur memvonis Tini bersalah karena melindungi suaminya yang bergabung dalam kelompok teroris MIT. Ia divonis dengan pidana penjara selama tiga tahun pada 5 Juli 2017.
"Tidak apa-apa. Waktu itu saya pasrah saja. Saya terima," kata Tini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/berita-malang-populer-hari-ini-profesi-istri-teroris-pasca-bebas-sikap-wali-kota-ke-pelajar-papua.jpg)