Breaking News:

Malang Raya

Dosen STIKI Malang: Konsumen Tidak Perlu Takut Order Makanan Secara Online

Sedangkan bagi driver pasti juga ada rekam jejaknya jika dilaporkan kinerjanya. Jika mendapat suspend tiga kali pasti tidak akan dipakai lagi...

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
ist
Subari SKom MKom, Dosen STIKI Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dosen mobile technic Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang, Subari SKom MKom, mengingatkan, penipuan terkait order lewat ojek online (ojol) banyak sekali varian modusnya.

"Kalau saya lihat ada beberapa kategori yang merugikan masing-masing pihak. Dari driver ke customer ojol. Dari customer ke driver ojol atau dari pihak ketiga baik ke driver maupun ke customer," kata Subari kepada SuryaMalang.com, Selasa (20/8/2019).

Namun pria yang pernah jadi pengasuh rubrik Dokter HP di Harian Surya itu menyatakan, aplikator online selalu meningkatkan keamanannya untuk menutupi kekurangan-kekurangannya.

Jika pernah pesan makanan tiba-tiba konsumen membatalkan, sekarang tidak bisa lagi.

Pesan Makanan Online Tak Datang tapi Saldo Berkurang, Pengalaman Buruk Pelanggan di Kota Malang

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Aplikasi buatan manusia, pasti tidak ada yang sempurna sehingga ada campur tangan manusia sebagai oknum untuk melakukan kejahatan.

"Namun saya lihat aplikator ojol online ini terus berusaha meningkatkan keamanan secara profesional," jelasnya.

Hal ini karena aplikator pasti memantau keluhan-keluhan masyarakat sebagai user.

Sedangkan bagi driver pasti juga ada rekam jejaknya jika dilaporkan kinerjanya. Jika mendapat suspend tiga kali pasti tidak akan dipakai lagi sebagai mitranya.

Ia menyatakan karena ada kenakalan itu, maka konsumen tidak perlu serta merta takut menggunakan aplikasi yang memudahkan. "Tetap hati-hati," ujarnya.

Jika memang ada kenakalan, laporkan ke aplikator. Konsumen jangan diam.

Apa sebaiknya memilih membayar tunai agar tidak dicurangi? "Wah..malah ribet," jawabnya.

Sebab aplikasi itu memberi kemudahan. Yang penting prinsip kehati-hatian dan mengawasi selama proses.

Jika memang buruk ya beri saja bintang satu atau lapor ke email aplikatornya. Karena bintang yang diberikan konsumen sesuai dengan kinerja yang diberikan.

"Kalau kerjanya baik, konsumen pasti sukarela memberikan bintang terbaik," ujar Subari.

Ia menyatakan, segala sistem di aplikasi online ada kelemahan di sistemnya. Baik di ojol, online shop atau pinjaman online.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved