Kabar Surabaya

Jaksa Surabaya Tuntut 20 Tahun Penjara pada Fitriani Marsela dan Suami serta Dua Teman

KURIR EKSTASI - Saiful Pagala bersama istrinya, Fitriani Marsela, asal Sulawesi Tenggara diadili di Pengadilan Negeri Surabaya.

Jaksa Surabaya Tuntut 20 Tahun Penjara pada Fitriani Marsela dan Suami serta Dua Teman
Syamsul Arifin
TIGA TERDAKWA - Saiful Pagala bersama istrinya, Fitriani Marsela, asal Sulawesi Tenggara diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (24/7/2019). Pasangan suami istri itu menjadi kurir 15.410 pil ekstasi bersama temannya. Dia 

KURIR EKSTASI - Saiful Pagala bersama istrinya, Fitriani Marsela, asal Sulawesi Tenggara diadili di Pengadilan Negeri Surabaya. Pasangan suami istri itu menjadi kurir 15.410 pil ekstasi bersama dua temannya.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Jaksa Suparlan menuntut terdakwa Fitriani Marsela, bersama suami, Saiful Pagala, dan rekannya, Asmanto serta Agus Salim, dengan hukuman penjara selama 20 tahun di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (21/8/2019). 

Selain hukuman badan, para terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar karena dinilai terbukti memiliki dan mengirimkan pil ekstasi seberat 5 kilogram. 

"Apabila tidak dibayar, maka hukuman ditambah selama 1 tahun," terang jaksa Suparlan.

Mendengar tuntutan tersebut, keempat terdakwa seketika kaget dan meneteskan air mata. Tak terkecuali pasutri Saipul Pagala dan Fitriani Marsela. 

BERITA TERKAIT - Kisah Kurir 15.410 Butir Ektasi, Fitriani Marsela dan Suami, dari Sulawesi Tenggara hingga Surabaya

KURIR EKSTASI - Dari kanan, terdakwa Fitriani Marsela bersama suami, Saiful Pagala, dan rekannya, Agus Salim serta Asmanto, saat sidang di  Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (21/8/2019).
KURIR EKSTASI - Dari kanan, terdakwa Fitriani Marsela bersama suami, Saiful Pagala, dan rekannya, Agus Salim serta Asmanto, saat sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (21/8/2019). (Syamsul Arifin)

Awalnya, mereka ditangkap petugas BNN Jatim dan Bea Cukai saat naiki kapal KM Umsini, transit di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Saat transit tersebut, terdakwa Saipul dan terdakwa Fitriani pergi keluar kapal menuju sebuah supermarket. 

Setelah kembali ke atas kapal, ada petugas dari BNN dan Bea Cukai sedang menggeledah dan menemukan 8 bungkus ekstasi dalam tas Saiful Pagala di atas kasur dan tiga bungkus narkotika lainnya disimpan dalam tas Asmanto di lantai samping kasur. 

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Selanjutnya, petugas mengamankan ketiganya. Mereka mengaku mendapat barang tersebut dari  Mangopi dan Aji yang masih buron. Dari keterangan saksi itu, kedua terdakwa membenarkan semua. 

Mereka mengaku mendapat upah dari Mangopi sebesar Rp 14 Juta

Mereka dijerat dan Pasal 114 ayat (2)  jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Syamsul Arifin 

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved