Kabar Kediri

Derita dan Harapan Bocah 12 Tahun di Kediri yang Menderita Tumor Coli pada Leher

PENDERITA TUMOR COLI. Rian Ikana Putra (12), pelajar kelas 6 SD di Kediri, menderita tumor di leher yang terus membesar. Ia butuh bantuan.

Derita dan Harapan Bocah 12 Tahun di Kediri yang Menderita Tumor Coli pada Leher
didik mashudi
PENDERITA TUMOR COLI - Rian Ikana Putra bersama ibunya, Kusmini, di rumahnya Dusun Suko, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jumat (23/8/2019). 

PENDERITA TUMOR COLI. Rian Ikana Putra (12), pelajar kelas 6 SD di Kediri, menderita tumor di leher yang terus membesar. Ia butuh bantuan.

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Sudah dua bulan terakhir Rian Ikana Putra (12), pelajar kelas 6 SDN Tengger Kidul 1, Kabupaten Kediri merasakan kesakitan di bagian leher sebelah kiri.

Penyebabnya, tumbuh benjolan tumor colli sebesar kepala tangan di lehernya. Keberadaan penyakit tumor ini yang membuat Rian, warga Dusun Suko, Desa Menang Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri sering mengalami kesakitan.

Pemeriksaan penyakitnya sudah dilakukan ke RSUD Pare sampai ke RS Saiful Anwar, Malang. Namun sejauh ini masih belum diberikan obatnya.

Kusmini, ibunda Rian, menuturkan, penyakit anaknya dua bulan lalu hanya berupa benjolan kecil sebesar biji kelereng. Namun lama kelamaan semakin membesar seperti sekarang.

"Mulanya hanya benjolan kecil, kemudian saya pijatkan ke tempat alternatif, namun benjolannya malah semakin membesar," ungkap Kusmini kepada SuryaMalang.com, Jumat (23/8/2019).

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Karena benjolannya semakin besar, Kusmini memeriksakan anaknya ke puskesmas hingga ke RSUD Pare. Setelah dilakukan pemeriksaan, kemudian diberikan surat rujukan periksa ke RS Saiful Anwar Malang.

"Kemarin anaknya sudah kami bawa untuk diperiksakan ke RS Saiful Anwar untuk dioperasi. Namun kami disuruh menunggu lagi sekitar seminggu," jelasnya.

Sejauh ini dokter yang telah memeriksanya juga belum memberikan obat-obatan kepada Rian. Termasuk obat pereda nyeri yang selama ini sering dikeluhkan Rian.

Sehingga orangtuanya hanya memberikan obat herbal alternatif seperti jely gamet. "Obat yang kami berikan masih obat-obatan herbal dan sejenisnya," jelasnya.

Kusmini berharap penyakit anak pertamanya segera mendapatkan penanganan medis karena anaknya setiap hari semakin merasakan nyeri di bagian lehernya. "Mudah-mudahan segera dioperasi dan mendapatkan pengobatan," ungkapnya.

Kusmini mengaku untuk menyembuhkan anaknya hanya bergantung dari Kartu Indonesia Sehat (KIS) karena suaminya Kasirin (55) hanyalah buruh kuli gudang dengan penghasilan yang tidak menentu.

Rian sejak seminggu terakhir sudah tidak masuk sekolah lagi karena fokus melakukan pemeriksaan kesehatan. Saat ini masih menunggu pemberitaan lebih lanjut terkait rencana operasi penyakitnya di RS Saiful Anwar.

Untuk menutupi benjolan tumor yang tumbuh di bagian lehernya, Rian biasa menutupinya dengan memakai jaket warna merah dengan motif kotak-kotak hitam. 

Penulis: Didik Mashudi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved