Kabar Nganjuk

Lobi Pemkab Nganjuk agar Bendungan Semantok Senilai Rp 1,75 Triliun Lekas Rampung

Dorong Percepatan Pembangunan Waduk Semantok Senilai Rp 1,75 Triliun, Pemkab Nganjuk Rakor dengan Sejumlah Kementerian

Lobi Pemkab Nganjuk agar Bendungan Semantok Senilai Rp 1,75 Triliun Lekas Rampung
ist
Waduk Semantok di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk 

Dorong Percepatan Pembangunan Waduk Semantok Senilai Rp 1,75 Triliun, Pemkab Nganjuk Rakor dengan Sejumlah Kementerian.

SURYAMALANG.COM, NGANJUK - Pemkab Nganjuk terus berupaya agar pembangunan waduk atau Bendungan Semantok di Desa Tritik Kecamatan Rejoso dan Desa/Kecamatan Sambikerep dipercepat.

Ini setelah pembangunan waduk seluas sekitar 700 hektare dengan investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 1,75 triliun dari APBN terkesan lambat.

Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya pekan lalu kembali melakukan rapat koordinasi di Jakarta dengan Menko Ekuin, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, Balai Bendungan Pusat, Staf Wapres, sejumlah pihak terkait dan dari Pemkab Nganjuk sendiri.

"Alhamdulillah, sejumlah hambatan dalam pembangunan waduk Semantok di Rejoso Nganjuk sudah ada solusi dan jalan keluarnya setelah melalui pembahasan dalam rakor," kata Marhaen Djumadi, Minggu (25/8/2019).

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Dijelaskan Kang Marhaen panggilan akrab Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, salah satu hambatan dalam pembangunan waduk Semantok yakni terkait IPPH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan).

IPPKH tersebut diberikan pada penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan diluar kegiatan kehutanan tanpa mengubah fungsi dan peruntukan kawasan hutan sendiri.

"Disitu ada aturan yang jelas tapi saling bersinggungan, dan hal itu telah terselesaikan dengan baik melalui rakor bersama Kemenko Ekuin, Kementerian ESDM, dan Kementerian Lingkungan Hidup serta lainya," ucap Kang Marhaen.

Dengan demikian, ungkap Kang Marhaen, pembangunan waduk Semantok yang nantinya akan menjadi waduk terpanjang di Indonesia sekaligus obyek wisata tersebut diharapkan bisa dipercepat setelah hambatan terselesaikan. Dan diharapkan sesuai rencana awal waduk Semantok bisa diresmikan pada tahun 2021 bisa terwujud.

Memang, diakui Kang Marhaen, melihat perkembangan megaproyek nasional Bendungan Semantok dinilainya berjalan sangat lambat. Berdasarkan pengamatan Pemkab Nganjuk, proses pembangunan Bendungan atau Waduk Semantok baru mencapai sekitar 8 persen dari total seluruh pembangunan. Padahal, prosesnya sudah dimulai sejak dua tahun yang lalu.

"Kami mengerti selama proses pembangunan ini ada banyak masalah dan kendala, sehingga proses pembangunannya berjalan lambat. Tetapi harus tetap diupayakan, pembangunan mega proyek ini selesai sesuai rencana,” ujar Marhaen.

Oleh karena itu, ungkap Marhaen, Pemkab Nganjuk tak kenal lelah untuk terus berupaya mendorong agar pemerintah pusat mempercepat pembangunannya.

Perlu diketahui, Bendungan Semantok berlokasi di wilayah Desa Tritik dan Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Area bendungan memiliki luas sekitar 700 hektare.

Biaya pembangunannya berasal dari APBN mencapai sekitar Rp 1,75 triliun. Bendungan tersebut diproyeksikan mempu mengairi lahan pertanian seluas sekitar 1.554 hektare, dengan kapasitas air mencapai 17.630 meter kubik, serta mampu menghasilkan tenaga listrik 1.01 Megawatt.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved