Kabar Jember

Pemkab Jember Usulkan KH Achmad Siddiq dan Letkol Muhammad Sroedji jadi Pahlawan Nasional

Pemkab #Jember Usulkan KH Achmad Siddiq dan Letkol Muhammad Sroedji jadi Pahlawan Nasional

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
wikipedia
Achmad Shiddiq muda saat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1956–1959 dari Partai Nahdlatoel Oelama (NO). Kanan, KH Achmad Shiddiq saat sepuh. 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember menggelar seminar pengusulan dua tokoh Jember menjadi pahlawan nasional, yakni KH Achmad Siddiq dan Letkol Muhammad Sroedji, Minggu (25/8/2019). Seminar ini digelar di Pendapa Wahyawibhawagraha, Jember.

Riwayat KH Achmad Siddiq (1926 - 1991), Ulama dari Jember yang Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Riwayat Letkol Sroedji (1915 - 1949), Pejuang dari Jember yang Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Seminar dihadiri para santri ponpes, mahasiswa perguruan tinggi, para veteran, takmir masjid, dan pengurus ormas.

Ada dua pembicara dalam seminar tersebut, yaitu Kasbrig 09 Letkol Inf Arif Munawar dan Wakil Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo KH Afifuddin Muhajir.

Bupati Jember Faida mengatakan, proses pengusulan gelar pahlawan bagi KH Achmad Siddiq sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu.

“Sejarah mencatat, beliau adalah tokoh yang menggerakkan masyarakat, santri ponpes, dan tokoh agama sampai bisa menerima Pancasila sebagai asas tunggal melalui ajaran-ajarannya,” ujar Faida.

Catatan sejarah itu kini kembali disosialisasikan. “Agar sejarah perjuangnya menjadi semangat pemersatu dan menjadi satu pemahaman bahwa NKRI harga mati,” ujarnya.

Menurut Faida, ajaran-ajarannya itu tentang Pancasila dan Islam yang berjalan beriringan, bukan yang bertentangan. “Inilah yang membuat KH Achmad Siddiq layak menjadi pahlawan nasional,” tegasnya.

Tentang Letkol Moch Sroedji, Bupati Faida menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Jember sudah mengusulkan sejak tahun 2016 dan telah direspons mendapatkan gelar Mahaputra Utama.

Kini diupayakan pengusulan kembali untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional dengan kelengkapan berkas-berkas dan bukti sejarahnya.

Kisah perjuangannya juga telah disosialisasikan agar lebih luas diketahui masyarakat. Sosialisasi ini melalui film, drama kolosal, seminar dan bedah buku di seluruh kalangan masyarakat Jember dan sekitarnya.

“Karena beliau bukan hanya berjuang di Jember tetapi juga sekitar wilayah Jawa Timur,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Faida menyinggung kehadiran generasi muda dalam seminar menjadi penyemangat dan dukungan untuk pengusulan gelar kepahlawanan ini.

Melalui seminar itu, generasi muda tidak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan informasi lebih luas tentang keteladanan pahlawan-pahlawan.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

“Seminar ini menunjukkan bahwa perjuangan di masa lampau bukan dilakukan golongan per golongan, tetapi terbukti dilakukan bersama, seperti yang dilakukan oleh tiga tokoh di Jember KH Achmad Siddiq, Letkol Moch Sroedji, dan dr Soebandi,” terangnya.

Kasbrig 09 Letkol Inf Arif Munawar menjelaskan pengusulan gelar pahlawan nasional untuk Letkol Moch Sroedji, dilihat dari aspek legalitas, sudah 80 persen memenuhi syarat. Pada aspek sosiologis sudah sangat memenuhi syarat.

“Pengorbanannya dan dampaknya tidak hanya di Jawa Timur, bahkan nasional,” katanya.

Tinggal 20 persen aspek legalitas, yang sudah diteliti lebih lanjut oleh tim, dan hanya menunggu keputusan presiden.

Oleh karena itu Arif Munawar mengajak seluruh masyarakat untuk berdo’a agar keberlangsungan pengusulan ini berjalan lancar.

Sementara itu, KH Afifuddin Muhajir menjelaskan bahwa KH Achmad Siddiq adalah sosok yang dipilih oleh para ulama-ulama senior untuk menjadi Rois Am NU pada tahun 80-an.

Kiai Afifuddin menerangkan, peran NU paling utama selama ini ada tiga. Yakni NU berperan sebagai benteng akidah ahlusunnah wal jamaah, NU berperan sebagai pengawal moral bangsa Indonesia, dan NU sebagai penyanggah NKRI.

“Pada ketiga peran ini, KH Achmad Siddiq memiliki andil yang sangat luar biasa melalui ajaran-ajarannya,” ungkapnya.

Usulan gelar pahlawan nasional untuk KH Achmad Siddiq, menurut Kiai Afifuddin, bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan meneruskan sejarah.

“Oleh karenanya, pahlawan Jember ini layak jika diresmikan sebagai pahlawan nasional,” tegasnya.

Nama KH Achmad Siddiq dan Letkol Moch Sroedji merupakan nama tokoh pahlawan di Jember. Nama keduanya diabadikan di sejumlah tempat, antara lain jalan, sekolah, pondok pesantren, juga perguruan tinggi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved