Rabu, 29 April 2026

Malang Raya

Melihat Ritual Sedekah Bumi di Kelenteng Klenteng Eng An Kiong Kota Malang

Ribuan warga mengantre untuk mendapat paket sembako dalam Upacara Sembahyang Rebutan (Boo Tho) di halaman Klenteng Eng An Kiong

Penulis: Hayu Yudha Prabowo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Prosesi pembagian paket sembako dalam ritual Sedekah Bumi di Kelenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Rabu (28/8/2019). 

SURYAMALANG.CON, KEDUNGKANDANG - Ribuan warga mengantre untuk mendapat paket sembako dalam Upacara Sembahyang Rebutan (Boo Tho) di halaman Klenteng Eng An Kiong di Jalan Martadinata, Kota Malang, Rabu (28/8/2019).

Kegiatan yang juga dikenal sebagai sedekah bumi ini merupakan agenda tahunan kelenteng berusia 194 tahun ini.

Humas Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Bonsu Anton Triyono mengatakan sedekah bumi merupakan kegiatan sembahyang ke leluhur.

Anton menjelaskan tradisi sedekah bumi dilakukan sejak berdirinya kelenteng.

Tahun ini disiapkan lebih dari tiga ribu paket sembako yang berisi beras, mie bihun dan kecap.

“Harapan kami setiap tahun jumlah penerima bisa semakin berkurang,” kata Bonsu Anton Triyono kepada SURYAMALANG.COM.

Selain pembagian sembako, pada akhir acara juga dilakukan pembakaran patung Boo Tho setinggi lima meter di halaman kelenteng.

“Patung ini merupakan simbol kejahatan dan hal negatif, makanya dibelenggu agar tidak mengganggu acara.”

“Nanti setelah acara dibakar di halaman kelenteng,” terang Anton.

Acara ini dihadiri Wali Kota Malang, Sutiaji, dan Dandim 0833 Kota Malang, Kol Inf Tommy Anderson.

Acara dimulai pukul 06.00 WIB, dan berakhir pada pukul 11.00 WIB.

Arus lalu lintas di jalan ini sempat padat, akibat kendaraan warga yang diparkir di sekitar Kelenteng.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved