Kabar Magetan

Putri Pejabat Ngawi Diduga Ikut Komunitas Punk, Satpol PP Magetan Periksa Tiga Cewek, Ternyata. . .

#MAGETAN - Meski belum menemukan putri pejabat #Ngawi itu, Satpol PP menemukan sejumlah gadis di bawah umur yang sudah hidup layaknya suami istri.

Putri Pejabat Ngawi Diduga Ikut Komunitas Punk, Satpol PP Magetan Periksa Tiga Cewek, Ternyata. . .
Doni Prasetyo
Satpol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan gencar razia setelah mendapat informasi putri salah seorang pejabat di Ngawi hilang terbawa komunitas anak punk. 

#MAGETAN - Meski belum menemukan putri pejabat #Ngawi itu, Satpol PP menemukan sejumlah gadis di bawah umur yang salah satunya hidup layaknya suami istri.

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Satpol PP Magetan, Jawa Timur, merazia anak-anak komunitas punk setelah menerima informasi perihal hilangnya putri seorang pejabat di Kabupaten Ngawi yang diduga kuat bergabung dengan komunitas punk.

Meski belum berhasil menemukan putri pejabat itu, Satpol PP menemukan sejumlah gadis di bawah umur yang salah satunya sudah hidup layaknya suami istri.

"Razia yang kami gelar kemarin belum menemukan anak putri yang dimaksud," kata Plt Kepala Satpol PP Magetan, Andri Rahman H, kepada SuryaMalang.com, Kamis (5/9/2019).

Dalam razia ini, tambah Andri, anggota Satpol PP menggaruk tujuh anak punk, terdiri dari tiga pria dan tiga perempuan. Dari ketiga perempuan itu, satu di antaranya mengaku sudah menikah siri sesuai syariat (aturan) Islam.

"Ketiga putri punk yang kami ciduk masih berusia 15 tahun. Salah seorang mengaku sudah menikah syar'i. Ketiga putri itu dua dari Mojokerto dan Cilacap," ujar Andri Rahman.

Ketiga cewek punk itu mengaku bernama Shelend Wulan Andriani (15) asal Jalan Nusantara, RT02/RW16, Cilacap (Jawa Tengah), Wanda Sari (15) dari RT01/RW7 Desa Mirasih Kecamatan Pacet, Mojokerto, dan Dian Elya Maghforoh (15) dari Desa Kedunguneng Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

ANAK PUNK - Satpol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan gencar razia setelah mendapat informasi putri salah seorang pejabat di Ngawi hilang terbawa komunitas anak punk.
ANAK PUNK - Satpol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan gencar razia setelah mendapat informasi putri salah seorang pejabat di Ngawi hilang terbawa komunitas anak punk. (doni prasetyo)

Dikatakan Andri, razia gabungan ini akan terus dilakukan sampai masyarakat merasa aman dan nyaman, tidak ada lagi laporan gangguan di lingkungan hanya karena komunitas anak punk.

"Jadi perlu diketahui, kami akan terus melakukan razia, bukan karena ada informasi anak hilang, tapi operasi kami punya hak menangani," kata Andri.

Ia mengatakan, banyaknya anak punk di wilayah Kabupaten Magetan ini seperti mengganggu keamanan dan kenyamanan warga sekitar.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved