Kabar Surabaya

Reaksi Gubernur Jatim Soal Surat dari KPAI Perihal Kasus Predator Anak dan Vonis Kebiri Kimia

KEBIRI KIMIA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bahwa Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyurati Pemprov Jawa Timur.

Reaksi Gubernur Jatim Soal Surat dari KPAI Perihal Kasus Predator Anak dan Vonis Kebiri Kimia
suryamalang.com
HUKUMAN KEBIRI - Kebiri kimia adalah memasukkan bahan kimia antiandrogen ke tubuh melalui suntikan maupun pil untuk mengurangi, bahkan menghilangkan libido atau berahi seksual terpidana kejahatan seksual. Demikian diuraikan Ismantoro Dwi Yuwono dalam buku "Penerapan Hukum dalam Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak" terbitan 2019. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Vonis kebiri kimia pada pelaku predator pemerkosa anak yang merupakan warga Mojokerto hingga kini masih menuai pro dan kontra. Banyak yang menyorot dan menyampaikan pro dan kontra oleh terhadap pelaksanaan kebiri kimia yang bakal menjadi yang pertama di Indonesia tersebut.

Terkait hal itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bahwa Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyurati Pemprov Jawa Timur.

Meski enggan berkomentar soal vonis kebiri kimia itu sendiri, gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu menyebut bahwa yang perlu menjadi sorotan adalah preventif anak-anak dan lingkungan dari perilaku menyimpang.

"KPAI menyurati kami. Ya kita akan menerima audiensi mereka. Nanti kita akan jadwalkan juga," kata Khofifah, Kamis (5/9/2019).

Nahdlatul Ulama (NU) Jatim Berpendapat, Hukuman Mati Lebih Baik daripada Kebiri Kimia

Pelaku Pedofilia 9 Anak Asal Mojokerto Pilih Dihukum Mati daripada Kebiri

Menurutnya lini terdepan dalam menjaga lingkungan adalah keluarga, kemudian RT, desa, kecamatan, dan kabupaten kota dan seterusnya. Mantan Menteri Sosial RI ini, jika ada satu diantara korban yang melapor lebuh awal maka bisa jadi korban tidak akan meluas karena sumber masalah cepat diketahui pelakunya.

"Dari rumah tangga, RT, harus ada kepedulian untuk selalu menjaga lingkungannya. Maka saya mohon bantuan kepala desa untuk galakkan Jogo Desa. Kami memulai dengan Jogo Jawa Timur dan berharap diikuti dengan penguatan di tingkat desa," katanya.

Dikatakan wanita yang juga mantan Kepala BKKBN ini, kebiri kimia yang perlu dipahamkan bukan dengan memotong alat kelamin. Tunjan dari kebiri kimia pun tak lain adalah menghindari adanya korban lain sehingga membahayakan anak-anak dan lingkungan.

"Masalahnya di sini, Jawa Timur, belum ada yang mau untuk melakukan kebiri kimia," ucapnya.

Menurutnya audiensi dengan KPAI juga akan membahas soal kasus tersebut sehingga bisa ditemukan solusi yang pas demi menjaga anak-anak Jawa Timur.

Ia menegaskan bahwa efek dari kebiri kimia hanya melemaskan pelaku dari segi dorongan seksual dan obat kimianya memiliki jangka waktu tertentu. Jika habis efeknya namun masa hukuman belum selesai maka diwajibkan untuk menambahkan obat kimia lagi.

"Intinya mari kita jogo Jawa Timur. Sebab seandainya korban melapor lebih awal bisa jadi korban tidak akan menumpuk. Dan itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk peka dan peduli dengan lingkungan sekitar kita," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved