Breaking News:

Nasional

Wawancara Panjang dengan Nurul Ghufron, Calon Pimpinan KPK dari Universitas Jember

#JEMBER - Wawancara Panjang dengan Nurul Ghufron, Calon Pimpinan KPK dari Universitas Jember

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
sri wahyunik
Nurul Ghufron, Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej), 10 besar calon pimpinan KPK. 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Nurul Ghufron termasuk dalam 10 nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada DPR RI.

Sebelumnya, panitia seleksi calon pimpinan KPK meloloskan nama dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember itu ke dalam 10 besar dari daftar 20 besar. Nama 10 besar Capim KPK itu kemudian diserahkan ke presiden, dan diteruskan ke DPR RI. Nantinya anggota parlemen bakal melakukan uji kepatutan dan kelayakan.

Ghufron, panggilan akrab lelaki ini, termasuk dalam kelompok dosen atau akademisi. Ada dua orang akademisi yang lolos di 10 besar. Selain akademisi adalah komisioner KPK saat ini, anggota Polri, jaksa, hakim, auditor BPK, juga advokat, pegawai sekretaris kabinet, dan PNS kementerian.

Di sela proses tahapan Capim KPK ini, SURYAMALANG.COM sempat berbincang khusus dengan lelaki kelahiran Sumenep, Pulau Madura, 44 tahun silam itu di ruang kerjanya di Fakultas Hukum Unej.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

SURYAMALANG.COM : Bagaimana ceritanya anda mendaftar di KPK?

Ghufron : Masuk di 20 besar, kemudian 10 besar ya Alhamdulillah. Karena tidak menyangka akan masuk sampai sejauh ini. Apalagi sebenarnya saya tidak kepikiran untuk mendaftar di KPK. Memang dikabari sama teman-teman ada pandaftaran Capim KPK. Namun saya awalnya tetap tidak mendaftar. Sampai akhirnya dua hari sebelum penutupan, teman-teman bertanya lagi. Mereka mendorong saya untuk ikut mendaftar. Akhirnya saya mendaftar di detik-detik terakhir. Penutupan pendaftaran pukul 23.59 Wib, saya mendaftar sekitar pukul 21.00 Wib. Pendaftaran semuanya dilakukan secara online.

SURYAMALANG.COM : Kenapa tidak kepikiran untuk mendaftar Capim KPK?

Ghufron : Ada banyak pertimbangan, termasuk pertimbangan jabatan di KPK dengan segala beban dan tantangannya. Bukan melihat jabatan di KPK sebagai sesuatu yang prestisius, namun bagaimana amanahnya yang besar dan berat. Jadi sampai sekarang ya santai saja. Kalau lolos, apalagi sampai lima besar ya Alhamdulillah. Kalau tidak terpilih berarti bukan amanah untuk saya.

SURYAMALANG.COM : Saat tes wawancara oleh Pansel, perihal apa saja yang ditanyakan kepada anda?

Ghufron : Itu lebih kepada klarifikasi track-record masing-masing calon. Karena ada laporan dari masyarakat yang masuk. Lebih banyak perihal integritas, kemampuan atas 'pressure', juga kejujuran, dan konsistensi. Hal yang ditanyakan kepada saya antara lain tentang penggunaan fasilitas mobil dinas karena saya dekan. Apakah disalahgunakan. Mobil dinas saya pakai untuk keperluan dinas saja. Juga tercantumnya nama saya di sebuah 'law firm'. Saya jawab tidak karena itu susunan empat tahun lalu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved