Kabar Bojonegoro
Nenek 60 Tahun Seakan Tak Sadar Seusai Diberi Wejangan Pria Berpakaian Mirip Kiai di Bojonegoro
Kasmira (60) seakan tak sadar setelah didoakan oleh pria yang berpakaian mirip kiai di pinggir jalan Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Bojonegoro.
Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO - Kasmira (60) seakan tak sadar setelah diberi wejangan oleh pria yang berpakaian mirip kiai di pinggir jalan Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Bojonegoro.
Ternyata Kasmira menjadi korban penipuan. Kasmira kehilangan perhiasan seberat 35 gram yang terdiri dari empat gelang, dan kalung plus liontin.
Polisi telah menangkap Mochamad Hadi Mulyono (33) asal Kecamatan Kajoran, Magelang, dan Bobby Fonda Dewantara (37) asal Kecamatan Pandaan, Pasuruan.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli mengatakan aksi penipuan ini bermula saat Kasmira yang mengenakan perhiasan menyapu di pinggir jalan.
Tak lama kemudian melintas mobil Avanza nopol W 1624 EG yang ditumpangi dua tersangka.
Lalu Bobby turun dan pura-pura menanyakan alamat.
Tiba-tiba Hadi yang berpakaian mirip kiai memanggil Kasmira agar mendekat dan masuk ke mobil.
Selanjutnya Hadi mendoakan dan berbicara kepara korban bahwa sekarang banyak orang jahat.
Kemudian Hadi minta korban untuk melepas perhiasan, dan dibungkus tisu untuk didoakan.
Kepada korban, Hadi mengatakan bahwa perhiasan itu boleh dipakai lagi setelah Magrib.
Namun, korban diminta mengambil plastik di dekat pintu mobil.
Tanpa disadari korban, pelaku menukar tisu berisi perhiasan dengan tisu kosong.
“Korban masih belum sadar kalau tisunya ditukar,” ujar Ary kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (6/9/2019).
Dalam kondisi belum sadar, korban diturunkan kembali, dan melanjutkan menyapu.
Korban baru sadar saat masuk rumah dan akan memakai perhiasannya.
Ternyata perhiasan itu sudah tidak ada. Lalu korban melapor ke kantor poliis.
“Hadi mengenakan sarung, baju koko, dan serban seperti kiai. Kami tangkap mereka di Babat, Lamongan,” terangnya.
Dari hasil pengembangan, tersangka sudah empat kali beraksi di Bojonegoro, dan sekali di Sragen.