Kamis, 7 Mei 2026

Universitas Brawijaya Malang

Rusunawa Ketiga UB Malang Diresmikan untuk Mahasiswa Pascasarjana dan Mahasiswa Asing

RUSUNAWA UB MALANG - "Penggunaannya untuk mahasiswa pascasarjana dan mahasiswa asing," jelas Rektor UB Malang, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani MS.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
Sylvianita Widyawati
INTERIOR - Kondisi kamar di rusunawa baru kampus Universitas Brawijaya Malang yang baru diresmikan, Jumat (6/9/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Rumah susun sewa (Rusunawa) ketiga Universitas Brawijaya (UB) Malang bernama Griya Kertabhumi' diresmikan oleh Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dr Ir H Khalawi Abdul Hamid MSc, Jumat (6/9/2019). 

"Penggunaannya untuk mahasiswa pascasarjana dan mahasiswa asing," jelas Rektor UB Malang, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani MS, saat peresmian. Hal ini karena jumlah mahasiswa S1 UB cukup banyak dan tidak bisa ditampung di rusunawa. "Rusunawa ini saja kapasitasnya hanya 196 mahasiswa," jelas rektor. Sehingga dialihkan ke mahasiswa pascasarjana yang relatif sedikit.

Khalawi juga melihat ruangan-ruangan di rusunawa itu, termasuk ke kamar untuk difabel di lantai pertama. Beda dengan kamar reguler yang berisi ranjang susun, untuk kamar difabel hanya berisi dua tempat tidur dan kamar mandi dalam. Jika kamar reguler, kamar mandinya berada di luar. Dirjen dan rektor sempat melihat kamar mandi dalamnya.

"Wah bagus ya? Kalah kamar mandi rektor," seloroh rektor usai melihat kamar mandi di kamar difabel. Dalam kamar mandi ada wastafel dan kloset jongkok. Dijelaskan Khalawi, ia senang ada rusunawa di dalam kampus. Andai rusunawa cukup, bisa untuk mahasiswa baru semester satu dan dua.

Sebab masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa itu juga perlu pengawasan karena khawatir pengaruh luar. "Kadang sudah dapat kos, tapi baru menyadari masalah di sekitar lingkumgan kosnya," ujar dia. Jika ada rusunawa, setidaknya masih dalam area kampus. Ia menyatakan merasakan bagaimana kesulitan mencari kos-kosan untuk anaknya saat kuliah di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Brawijaya (UB).

Sedang Wali Kota Malang Sutiaji yang hadir di acara peresmian itu menyatakan jika rusunawa ada dan bisa menampung banyak mahasiswa maka bisa mengurangi kemacetan di jalan.

Sementara dua mahasiswa asing yaitu Ahmad Hasan dari Yaman dan Magomedov dan Uzbekistan menyatakan sudah tinggal di rusunawa selama sebulan. "Enak tinggal di sini. Kalau kuliah gak jauh-jauh," jelas Ahmad.

Mereka tinggal di lantai 3 rusunawa dari empat lantai. Selama sebulan tinggal di rusunawa tidak ada masalah. "Rusunawanya juga bersih," kata dia. Mereka kuliah atas beasiswa dari UB. Keduanya alumni S1 UIN Maulana Malik Ibrahim.

Dijelaskan dirjen, jumlah rusunawa terbanyak ada di Jatim. Banyak proposal disampaikan ke pihaknya tapi perlu diseleksi lagi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved