Malang Raya

19 Desa di Kabupaten Malang Rawan Terdampak Tsunami, Warga Perlu Tahu Kode 20:20:20

Ada 19 desa di Kabupaten Malang dikategorikan rawan terdampak tsunami yang tersebar di 6 kecamatan, mulai Ampelgading, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan,

19 Desa di Kabupaten Malang Rawan Terdampak Tsunami, Warga Perlu Tahu Kode 20:20:20
kompas
ILUSTRASI - Kondisi mobil-mobil di Wisma Kompas Gramedia Karang Bolong Banten setelah dihantam tsunami, Minggu (23/12/2018). 

Ada 19 desa di Kabupaten Malang dikategorikan rawan terdampak tsunami yang tersebar di 6 kecamatan, antara lain Ampelgading, Tirtoyudo dan Sumbermanjing Wetan.

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - BPBD Kabupaten Malang punya tips mitigasi bencana yang mudah dipahami. Kodenya: 20:20:20.

Masyarakat dapat mengetahui dengan mudah rumus yang diyakini dapat menyelamatkan banyak jiwa ketika terjadi bencana gempa disertai tsunami.

"Mitigasi bencana pada dasarnya memang berasal dari diri sendiri dan di mana waktu terbaik atau 'golden time' dalam penyelamatan diri harus dilakukan dalam 20 menit. Intinya, kita boleh mengandalkan alat tapi mitigasi yang paling penting tetap pada diri sendiri," beber Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang, Iksan Hadi ketika dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Iksan menerangkan, usai 20 detik, masyarakat bakal punya waktu 20 menit kedua, yakni 20 menit untuk selamatkan diri.

"Di sini masyarakat diimbau untuk bisa mengikuti jalur evakuasi yang sudah mereka buat lewat edukasi mitigasi bencana atau ikuti arahan petugas," tambah Iksan.

20 yang terakhir adalah lokasi evakuasi. Cari tempat yang lebih tinggi. Angka 20:20:20 adalah hasil kalkulasi BNPB pusat terkait durasi gempa, kecepatan tsunami dan wilayah evakuasi aman

"Carilah tempat yang tinggi seperti bukit atau daratan tinggi untuk menyelamatkan diri," jelasnya.

Iksan menambahkan, ada 19 desa di Kabupaten Malang dikategorikan rawan terdampak tsunami yang tersebar di 6 kecamatan, mulai Ampelgading, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Bantur, dan Donomulyo.

Wilayah di atas khususnya sedang diupayakan semunya menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami.

"Kami sudah mulai sosialisasikan edukasi dan pengadaan alat deteksi dini Early Warning System (EWS)," tegas Iksan.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved