Malang Raya

Vandalisme di Underpass Karanglo Malang, PT Jasa Marga : Pilih Menyerah atau Ditangkap Polisi ?

PT Jasa Marga Tol Pandaan Malang meminta agar pelaku vandalisme underpass Karanglo segera menyerahkan diri dan bertanggung jawab .

Vandalisme di Underpass Karanglo Malang, PT Jasa Marga : Pilih Menyerah atau Ditangkap Polisi ?
IST
Vandalisme di Underpass Karanglo, Kabupaten Malang, Sabtu (14/9/2019). 

SURYAMALANG.COM, SINGOSARI - PT Jasa Marga Tol Pandaan Malang mengecam aksi vandalisme yang dilakukan di Underpass Karanglo, Sabtu (14/9/2019)

Mereka meminta agar pelaku vandalisme segera menyerah diri dan bertanggung jawab atas aksi yang mereka lakukan.

Hal ini disampaikan langsung Humas PT Jasa Marga Tol Pandaan Malang, Agus Triyanto saat dihubungi SURYAMALANG.COM, pada Sabtu (14/9/2019).

Vandalisme di Underpass Karanglo Singosari Malang, Pelaku 2 Orang Naik Motor Scoopy

Lucinta Luna Trauma Dilecehkan, Kini Dilindungi 50 Security: Aku Seperti Kate Middleton

Detik-detik Mencekam Kebakaran Mako Brimob Srondol Semarang Disertai Ledakan, 1 Anggota Terluka

"Kejadian ini sangat disayangkan. Padahal underpass ini menjadi kebanggaan masyarakat Bhumi Arema. Tapi kenapa malah dicorat-coret," ujarnya.

Agus meminta kepada pelaku agar segera mengaku dan menghapus coretan yang ada di dinding Underpass Karanglo.

Ia tidak mau vandalisme di Underpass Karanglo ini berbuntut panjang.

"Dia mau berbuat, berarti harus mau bertanggung jawab jangan sampai ditangkap oleh Polisi. Karena pengrusakan barang negara ini hukuman berat," ujarnya.

Underpass Karanglo mulai difungsikan dua jalur pada Senin (27/5/2019). Rencananya, Underpass Karanglo akan difungsikan seterusnya.
Underpass Karanglo mulai difungsikan dua jalur pada Senin (27/5/2019). Rencananya, Underpass Karanglo akan difungsikan seterusnya. (SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar Hidayatullah)

Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan PT PP selaku kontraktor pengerjaan proyek.

Akan tetapi sebelum PT Jasa Marga melakukan koordinasi dengan PT PP, pihaknya meminta pelaku untuk mengaku sebelum ada penindakan dari kepolisian.

"Mohon pelaku mengaku daripada dicari orang se-Malang Raya. Kalau bisa coretannya itu di hapus dan itu lebih gentle," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved