Kabar Madiun

Polisi Madiun Kejar Komplotan Maling sampai Wonogiri, Jawa Tengah

Polres Madiun menangkap empat maling di kantor PT Bukit Mas di Jalan Raya Nglames Madiun, Desa Bagi Kecamatan/Kabupaten Madiun, Minggu (1/9/2019) lalu

Polisi Madiun Kejar Komplotan Maling sampai Wonogiri, Jawa Tengah
rahadian bagus
Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono menunjukkan barang bukti dan dua pelaku yang terlibat. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN- Polres Madiun menangkap empat maling di kantor PT Bukit Mas di Jalan Raya Nglames Madiun, Desa Bagi Kecamatan/Kabupaten Madiun, Minggu (1/9/2019) lalu.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, menuturkan, peristiwa pencurian ini baru diketahui dan dilaporkan sehari kemudian oleh korban, pada Senin (2/9/2019) pagi.

"Mereka (tersangka) melakukan aksinya pada Minggu malam, dan baru diketahui Senin. Mereka melakukan aksinya bersama-sama, berlima, menggunakan kendaraan Toyota Sienta No Pol L-1736-WL ini," kata Ruruh kepada wartawan, sembari menunjukan pelaku dan mobil yang digunakan pelaku, Senin (16/9/2019) siang.

Dia menuturkan, empat pelaku yang ditangkap yakni Imam Agus Santoso (39) warga Jl. Cempaka, Dusun Bagosari, Jogotrunan, Lumajang. Lukman Hakim (36) dan Toni , warga Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, dan Slamey warga Malang.

Dua pelaku yang terlibat, yakni Toni saat ini ditahan di Polres Wonogiri, Jawa Tengah, dan Slamet ditahan di Polres Ponorgo. Keduanya terlibat dalam aksi pencurian di Wonogiri dan Ponorogo.

Sementara itu, seorang pelaku bernama Isnanto alias Alex masih dalam pengejaran polisi atau DPO.

Ruruh menuturkan, pada Minggu (1/9/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, kelima tersangka merencanakan kegiatan pencurian. Sebelumnya, mereka telah mengamati situasi lingkungan sekitar kantor PT. Bukit Mas yang menjadi target.

"Dua hari sebelum kejadian, tersangka Toni melakukan pengamatan di lokasi sasaran," katanya.

Kelima tersangka sempat makan malam di sekitar alun-alun Kota Madiun untuk membahas sasaran dan membagi tugas. Seorang pelaku, Lukman bertugas sebagai driver dan mengawasi keadaan sekitar.

Sementara, Toni bertugas memanjat dinding dan menjebol lubang ventilasi, agar Slamet, Isnanto dan Imam bisa masuk. Setelah masuk ke dalam kantor, Imam, merusak pintu brankas penyimpanan uang.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved