Kabar Gresik

Wali Murid Resah, Sering Terjadi Kesurupan Massal di SMAN Kebomas Gresik, Ini Reaksi Pihak Sekolah

KESURUPAN MASSAL - Wali Murid Resah, Sering Terjadi Kesurupan Massal di SMAN Kebomas Gresik, Ini Reaksi Pihak Sekolah

Wali Murid Resah, Sering Terjadi Kesurupan Massal di SMAN Kebomas Gresik, Ini Reaksi Pihak Sekolah
sugiyono
KESURUPAN MASSAL - SMA Negeri 1 Kebomas, Desa Kembangan Kecamatan Kebomas, Gresik. 

SURYAMALANG.COM, GRESIK – Wali murid SMA Negeri 1 Kebomas, Desa Kembangan Kecamatan Kebomas, Gresik, resah gara-gara murid-murid sering kesurupan massal.

Mereka khawatir, hal itu mengganggu proses belajar mengajar di sekolah yang terletak di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Perumahan Alam Bukit Raya, Blok A6 itu.

Wali murid resah karena kejadian kesurupan tersebut tidak hanya sekali, tapi sering. Bahkan dalam dua pekan ini banyak siswa yang kesurupan. Sedikitnya lima anak yang kesurupan dalam kejadian.

Wali murid yang enggan menyebutkan namanya ini heran dengan upaya dari sekolah yang kurang tanggap terhadap keberadaan barang gaib di sekolah. Sehingga menyerahkan anak-anak yang kesurupan kepada wali murid.

“Kami ingin dari sekolah ada langkah-langkah yang jelas untuk menyelesaikan kasus kesurupan ini. Tidak melimpahkan kepada orang tua,” kata wali murid yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara di SMA Negeri Kebomas, terlihat anak-anak masih banyak yang beraktivitas dan ekstrakurikuler. Mereka tidak takut akan kejadian kesurupan yang sering terjadi dan menimpa temannya sendiri. “Tidak ada yang kesurupan. Semuanya tetap belajar dan ekstrakurikuler,” kata siswi yang ikut ekstrakurikuler.

Sementara,  Humas SMA Negeri Kebomas Chanin Imam Wahyudi, mengatakan, berkaitan dengan masalah siswa kesurupan sudah aman. Sekolah sudah mengantisipasi dan mengupayakan dengan kegiatan keagamaan setiap pagi masuk sekolah. Seperti sholat duha dan berdoa.

"Setelah kejadian, pihak sekolah langsung selamatan kepada yang punya tanah," kata Chanim kepada wartawan.

Benarkah bahwa pihak sekolah tidak bertanggung jawab atas peristiwa itu? Chanin membantah bahwa sekolah tidak bertanggung jawab. 

“Saya bertanggung jawab di sini, jika ada narasumber yang mengatakan seperti itu, demi Allah akan kena keluarganya. Jadi pihak sekolah sudah maksimal untuk melakukan kewajiban. Semua komponen sekolah sudah mengambil langkah, termasuk juga orangtua murid,” imbuhnya.

Langkah-langkah yang diambil sekolah, di antaranya dengan istigotsah, menggaji setiap hari sebelum proses belajar mengajar dimulai. “Jadi itu sudah mengupayakan. Saya jamin tidak akan terulang lagi,” katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved