Breaking News:

Kabar Jombang

Modus Mantan Anggota DPRD Jombang, Wulang Suhardi, Raih Dana Rp 5,4 Miliar dari Bank Jatim

Kasus ini bermula ketika Wulang Suhardi menjabat anggota DPRD Jombang dari PDI Perjuangan periode 2009-2014, dan mengajukan KUR untuk 11 debitur.

Syamsul Arifin
Jaksa menahan Wulang Suhardi, anggota DPRD Jombang dari PDI Perjuangan periode 2009-2014, sebagai tersangka korupsi dana KUR Bank Jatim Cabang Jombang. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Rudy Irmawan, menjelaskan, tersangka Wulang Suhardi mencatut nama orang lain untuk mencairkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 5,4 miliar dari Bank Jatim Cabang Jombang

Kasus ini bermula ketika Wulang Suhardi menjabat anggota DPRD Jombang dari PDI Perjuangan periode 2009-2014, dan mengajukan KUR untuk 11 debitur.

Namun, sambung Rudy, debitur yang diajukan Wulang untuk mendapat KUR tidak pernah menerima KUR seperti yang diajukan tersangka. Sebab, setelah diselidiki nama-nama debitur yang diajukan Wulang ternyata fiktif.

“Melalui tersangka Wulang inilah aliran dana kredit fiktif terhadap 11 nama peserta (debitur fiktif) cair sebesar Rp 5,4 miliar,” jelas mantan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil ini, Senin, (23/9/2019). 

Disinggung mengenai peran Aminatus Sholihah (istri Wulang), Rudy menyebutkan, Aminatus masih sebatas saksi.

 “Istrinya Wulang (Aminatus Sholihah) masih sebatas saksi. Tapi kalau mengembang ke nama-nama lain yang terlibat dalam dugaan korupsi ini, kami pasti akan tetapkan tersangka baru,” tegasnya.

Dalam perkara ini, Wulang dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. 

Sebelumnya, penyidik Pidsus Kejati Jatim dalam perkara ini telah menahan satu tersangka, yakni anggota (mantan) DPRD Jombang periode 2009-2014, Siswo Iryana.

Siswo terjerat kasus ini ketika dia mengajukan KUR untuk 55 debitur. Dari jumlah itu, pengajuan KUR yang diterima sebanyak 33 debitur dengan total dana yang cair sebesar Rp 12,7 miliar.

Debitur yang diajukan Siswo untuk mendapat KUR ternyata tidak pernah menerima dana seperti yang diajukan tersangka. Syamsul Arifin 

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved