Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Prof Dr Efendi: Penyandang Tunarungu Kelak Harus Paham Teknologi

Prof Dr Efendi, Dosen Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang (UM): Penyandang Tunarungu Kelak Harus Paham Teknologi

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: yuli
ist
Prof Dr Efendi MPd MKes, Dosen Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang (UM) 

Prof Dr Efendi MPd MKes, Dosen Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang (UM)

Sejauh ini bahasa isyarat terkesan hanya sebagai bahasa pelengkap dalam berkomunikasi. Seperti
yang ditampilkan di pojok bawah TV, penggunaan bahasa isyarat yang dipakai cenderung bahasa
isyarat lokal. Alhasil tak semua orang mungkin bisa memahaminya.

Dalam pendidikan, misalnya, Mahasiswa Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri
Malang (UM) memakai sistem bahasa isyarat nasional yaitu SIBI (Sistem Isyarat Bahasa
Indonesia).

SIBI sudah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dipakai secara
nasional. Saat ini kami sedang mengembangkan ke digital agar bisa menepis anggapan bahwa
bahasa isyarat itu sulit. Sekarang masih tahap penelitian.

Bentuknya berupa multimedia. Saat ini kami mengumpulkan bahasa-bahasa isyarat, sehingga nanti jika ingin mengetahui artinya, bisa gampang dipahami oleh semuanya. 

Mengabdi untuk Mereka yang Tuli, Ghani hingga Harus Belajar Koding

Bagi penyandang tunarungu, bahasa isyarat adalah bahasa ibu. Namun dalam praktiknya, di tiap
sekolah bisa terjadi perbedaan bahasa isyarat yang diajarkan. Mungkin ada juga yang tidak
paham SIBI.

Contohnya kata ‘Merdeka’. Bahasa isyaratnya ada yang angkat tangan. Tapi bisa
jadi di sekolah lain, bahasa isyarat kata ‘Merdeka’ dengan mengangkat dua tangan. Jadi bisa
membingungkan para penyandang tuli.

Tantangan ke depan bagi penyandang tunarungu di era digital adalah mereka harus paham
teknologi. Sepengetahuan saya, untuk masalah skill mereka  tidak ada masalah jika di
sekolahnya diberi pemahaman yang bagus. Bahkan ada mahasiswa tuna rungu di UM yang sudah
lulus.

Dalam berkuliah, mereka juga paham materi yang disampaikan dosen mereka. Meski
mungkin dosen yang kurang bisa paham atau mengerti saat berkomunikasi dengan mereka.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved