Breaking News
Rabu, 29 April 2026

Nasional

Viral Fenomena Langit Merah di Jambi, Ternyata Disebut Hamburan Rayleigh, Ini Penjelasan BNPB

Beredar foto viral fenomena langit merah di Jambi, foto-foto ini lalu ramai beredar di media sosial.

Tayang:
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
Instagram @makassar_iinfo
Fenomena Langit Merah di Jambi 

SURYAMALANG.COM - Beredar foto viral fenomena langit merah di Jambi, foto-foto ini lalu ramai beredar di media sosial.

Tak heran jika banyak yang terkejut dengan fenomena langit merah di Jambi, pasalnya warna langit kala itu memang bagaikan darah.

Rupanya fenomena langit merah di Jambi ini merupakan fenomena Hamburan Rayleigh, simak penjelasan lengkapnya oleh BNPB.

Sebelumnya diketahui foto dan video terkait langit merah ini diunggah oleh akun instagram @makassar_iinfo.

Di dalam video terlihat perekam sedang memperhatikan dan memperlihatkan daerahnya yang saat itu langitnya berwarna kemerahan.

Diketahui melalui tulisan di postingan tersebut bahwa foto dan video tersebut diambil di Desa Pulau Mentaro, Kecamatan Kumpe Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Foto dan video tersebut diambil pada siang hari tepatnya jam 14.00 WIB.

Banyak warganet yang merasa bingung dan mempertanyakan bagaimana hal tersebut bisa terjadi.

Dilansir dari Tribunlampung dalam artikel berjudul 'Viral di Media Sosial, Langit di Muaro Jambi Berwarna Merah' diketahui peristiwa ini terjadi pada Sabtu 21 September 2019.

"Saya dapat kiriman video dari sepupu saya, Ummu Ria, jam 10.42 WIB udah mulai merah langitnya, kak. Azan dzuhur udah mulai gelap," katanya saat dihubungi, Kompas.com, Sabtu (21/9/2019) malam.

Mengutip Tribun Lampung, Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo Soetarno mengungkapkan bahwa warna merah terjadi karena pergerakan kabut asap dari titik api atau hotspot.

"Warna merah tersebut merupakan kabut asap yang bergerak dari hotspot yang ada di provinsi bagian selatan Provinsi Riau," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (21/9) malam.

Namun menurut astronom amatir Indonesia yang bernama Marufin Sudibyo, fenomena langit berwarna merah ini bukanlah karena tingginya suhu atupun pengaruh api.

"Ini nampaknya fenomena Hamburan Rayleigh."

"Hamburan Rayleigh itu hamburan elastis pada cahaya oleh partikel-partikel mikro/nano di udara yang ukurannya lebih kecil dari panjang gelombang cahaya tampak," ujar Marufin saat dikonfirmasi terpisah Kompas.com, Sabtu (21/9).

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved