Institut Teknologi Nasional Malang

72,5 Persen Wisudawan ITN Malang Lulus dengan Predikat Sangat Memuaskan

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang melaksanakan kegiatan wisuda ke-62, Sabtu (28/9/2019). Jumlah wisudawan sebanyak 541 orang.

72,5 Persen Wisudawan ITN Malang Lulus dengan Predikat Sangat Memuaskan
itn
Rektor ITN Malang, Dr Ir Kustamar MT 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang melaksanakan kegiatan wisuda ke-62, Sabtu (28/9/2019). Jumlah wisudawan sebanyak 541 orang.

Mereka dari jenjang diploma, sarjana, hingga pasca sarjana. Sebanyak 18,7% wisudawan lulus berpredikat dengan pujian, 72,5% wisudawan lulus berpredikat sangat memuaskan dan 8,9% wisudawan lulus berpredikat memuaskan.

"Oleh karena para mahasiswa telah selesai mengikuti rangkaian proses dalam pendidikan yang cukup panjang, maka kami yakin semua telah siap berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara," kata Rektor ITN Malang, Dr Ir Kustamar MT, Jumat (27/9/2019). Dikatakan, inti dari visi ITN Malang adalah mewujudkan keunggulan dalam bidang peningkatan kualitas SDM dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan.

Upaya untuk itu adalah membentuk karakter dan meningkatkan ilmu dan pengetahuannya. Sedangkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan dilakukan dengan program penelitian dan hilirisasi hasilnya. Luaran hasil penelitian para dosen bukan hanya berupa buku dan artikel ilmiah, akan tetapi inovasi yang dilindungi paten, serta diarahkan hingga proses komersialisasi.

Pembentukan karakter di ITN Malang dilakukan dengan memberi wawasan dan pembiasaan. Pembiasaan dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dalam berbagai hal, antara lain dalam peribadahan, kewirausahaan, serta manajerial dan kepemimpinan. Untuk hal tersebut di dalam kampus dibangun masjid, gereja, dan pura pada lokasi yang berdekatan. Hal ini dimaksudkan untuk melatih mereka terkait dengan toleransi dan kerukunan dalam beragama.

Upaya untuk selalu meningkatkan kompetensi lulusan dan adanya pembatasan masa studi. Karena itu di ITN Malang diterapkan sistem pembelajaran yang mengutamakan proses dan disebut dengan sistem pembelajaran Tuntas. Evaluasi tingkat ketercapaian target capaian pembelajaran dilakukan sedini mungkin, dan jika terdapat kekurangan segera diadakan penanganan khusus.

Hal ini sejalan dengan aturan pada SNDIKTI no. 44 tahun 2015, yang mengamanatkan bahwa evaluasi keberhasilan belajar harus dilakukan tiap bahan kajian. "Ini dapat dimaknai bahwa jadwal evaluasi tidak harus menunggu di tengah dan akhir semester. Sehingga diharapkan semua mahasiswa yang ikut berproses tidak ada lagi yang tidak lulus. Dan pada khirnya semua mahasiswa akan lulus tepat waktu," papar Kustamar.

Untuk mendukung itu, maka dibangun lingkungan belajar dengan atmosfir akademik yang menyerupai dengan kondisi dunia kerja. Di ITN Malang tengah terus diupayakan pembangunan “laboratorium” skala industri. Untuk hal tersebut, dijalin kerja sama dengan berbagai mitra industri barang dan industri jasa untuk berpartisipasi mendidik anak bangsa.

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya dibiasakan dengan adanya pengamatan dalam laboratorium, namun juga di lapangan. Para dosen terus berupaya meningkatkan kualitas materi belajar, dengan memperkaya buku-bukunya dengan hasil penelitian, pengabdian dan laporan hasil konsultasi. Mahasiswa juga wajib terlibat di hal tersebut. 

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved