Kabar Pamekasan

Pagi yang Mencekam di Wamena, Pria Pamekasan Lihat Massa Sengaja Bakar Rumah Meski ada Penghuninya

KESAKSIAN PEDAGANG ASAL #PAMEKASAN DI #WAMENA. Massa yang beringas mengincar warga pendatang. Mereka sengaja membakar rumah sekaligus penghuninya.

Pagi yang Mencekam di Wamena, Pria Pamekasan Lihat Massa Sengaja Bakar Rumah Meski ada Penghuninya
Kuswanto Ferdian
Abdul Muni, warga Dusun Durbugen, Desa Bungbaruh Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, merupakan salah satu korban kerusuhan Wamena yang berhasil lolos dari kejaran massa. 

KESAKSIAN PEDAGANG ASAL #PAMEKASAN DI #WAMENA. Massa yang beringas mengincar warga pendatang. Mereka sengaja membakar rumah sekaligus penghuninya.

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN - Abdul Muni, warga Dusun Durbugen, Desa Bungbaruh Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, merupakan salah satu korban kerusuhan Wamena yang berhasil lolos dari kejaran massa.

Ia tiba di rumahnya dalam keadaan bekas luka bakar di bagian lengan kanannya sepanjang 4 centimeter dan di pelipis bagian sebelah kanan.

Abdul Muni menceritakan kerusuhan yang terjadi di Wamena pada 25 September 2019.

Saat itu pukul 09.00 WIT, ia sedang berada di dalam kios miliknya, Kampung Hom-Hom, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Tiba-tiba, sejumlah massa datang dengan membawa panah, parang dan gergaji rantai (senso).

Lalu massa menebang sejumlah pohon yang tumbuh di pinggir jalan Kampung Hom-Hom dan menutup jalan dengan pohon yang sudah ditebang.

Mereka juga membakar semua bangunan di Kampung Hom-Hom sembari berteriak akan membunuh semua warga pendatang.

Mendengar teriakan itu, Abdul Muni langsung keluar dari dalam kiosnya bersama temannya.

Ia juga tidak sempat membereskan barang-barang berharga yang berada di dalam kiosnya tersebut.

Halaman
123
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved