Sabtu, 25 April 2026

Kabar Pamekasan

Pagi yang Mencekam di Wamena, Pria Pamekasan Lihat Massa Sengaja Bakar Rumah Meski ada Penghuninya

KESAKSIAN PEDAGANG ASAL #PAMEKASAN DI #WAMENA. Massa yang beringas mengincar warga pendatang. Mereka sengaja membakar rumah sekaligus penghuninya.

Editor: yuli
Kuswanto Ferdian
Abdul Muni, warga Dusun Durbugen, Desa Bungbaruh Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, merupakan salah satu korban kerusuhan Wamena yang berhasil lolos dari kejaran massa. 

KESAKSIAN PEDAGANG ASAL #PAMEKASAN DI #WAMENA. Massa yang beringas mengincar warga pendatang. Mereka sengaja membakar rumah sekaligus penghuninya.

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN - Abdul Muni, warga Dusun Durbugen, Desa Bungbaruh Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, merupakan salah satu korban kerusuhan Wamena yang berhasil lolos dari kejaran massa.

Ia tiba di rumahnya dalam keadaan bekas luka bakar di bagian lengan kanannya sepanjang 4 centimeter dan di pelipis bagian sebelah kanan.

Abdul Muni menceritakan kerusuhan yang terjadi di Wamena pada 25 September 2019.

Saat itu pukul 09.00 WIT, ia sedang berada di dalam kios miliknya, Kampung Hom-Hom, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Tiba-tiba, sejumlah massa datang dengan membawa panah, parang dan gergaji rantai (senso).

Lalu massa menebang sejumlah pohon yang tumbuh di pinggir jalan Kampung Hom-Hom dan menutup jalan dengan pohon yang sudah ditebang.

Mereka juga membakar semua bangunan di Kampung Hom-Hom sembari berteriak akan membunuh semua warga pendatang.

Mendengar teriakan itu, Abdul Muni langsung keluar dari dalam kiosnya bersama temannya.

Ia juga tidak sempat membereskan barang-barang berharga yang berada di dalam kiosnya tersebut.

Ketika dirinya keluar, tiba-tiba kios miliknya, sebagian sudah terbakar dan di luar banyak massa yang menunggu.

"Lalu saya bersama teman saya itu keluar dari dalam kios dan saya bilang ke massa itu kalau di dalam masih ada dua warga pendatang lagi," katanya, Selasa (8/10/2019).

"Namun massa itu justru bilang 'bunuh-bunuh 'dan saya langsung lari ke rumah sebelah yang belum dibakar," sambung dia.

Abdul Muni juga sempat ingin mematikan api yang sudah melalap bagian kiosnya.

Namun massa itu justru mengejar dan mengancam akan membunuh dirinya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved