Kabar Magetan

Menantu Dengar Teriakan Mertua Umur 80 Tahun Terkepung Api di Magetan tapi Tidak Bisa Menolong

Menantu Dengar Teriakan Mertua Umur 80 Tahun Terkepung Api tapi Tidak Bisa Menolong. Lokasinya di Desa Tulung Kecamatan Kawedanan, #Magetan.

doni prasetyo
EVAKUASI - Jino, pensiunan guru berusia 80 tahun warga RT02/RW03, Desa Tulung Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, ditemukan meninggal dunia dengan sekujur tubuhnya hangus akibat terbakar saat hendak memadamkan api yang membakar rumpun bambu dekat tempat tinggalnya. 

Menantu Dengar Teriakan Mertua Umur 80 Tahun Terkepung Api tapi Tidak Bisa Menolong. Lokasinya di Desa Tulung Kecamatan Kawedanan, #Magetan.

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Jino, pensiunan guru berusia 80 tahun warga RT02/RW03, Desa Tulung Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, ditemukan meninggal dunia dengan sekujur tubuhnya hangus akibat terbakar saat hendak memadamkan api yang membakar rumpun bambu dekat tempat tinggalnya.

"Sekitar pukul 10.30, Bapak berusaha memadamkan api yang membakar bambrongan (rumpun bambu)," kata Suroso (70), menantu korban yang tinggal di lingkungan yang sama kepada SuryaMalang.com, Jumat (11/10/2019).

Menurut Sutoso, saat berusaha memadamkan api itu, rupanya Jino terjebak di antara api yang sudah membesar dan mengelilinginya.

"Sayup-sayup saya dengar teriak Bapak, tapi kami tidak bisa berbuat banyak. Api sudah membesar dan sulit melihat korban ada di mana," kata Suroso dibenarkan Marijan Buntoro (83), saksi mata lain yang juga tinggal di lingkungan sama.

Tatkala api mereda, Suroso dan Marijan Buntoro melihat korban sudah tergeletak di tanah dengan sekujur tubuhnya hangus dan sudah dalam kondisi tidak bergerak, diduga sudah meninggal dunia.

"Kami kebingungan untuk bisa menolong korban, tapi api sudah membumbung tinggi. Ketika api terlihat sudah mengecil dan asap sudah tidak pekat lagi, kami berdua melihat bapak tergeletak di tanah dengan tubuh hangus," ujar Suroso.

Melihat kondisi ini, tambah Suroso, keduanya kemudian berteriak teriak minta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi korban dari dalam barongan pring (rerumpunan bambu) ke rumah duka.

"Kami evakuasi korban dengan bantuan warga, Babinsa dan perangkat desa setempat sehingga proses evakuasi korban berjalan lancar dan cepat," kata Suroso.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved