Kota Batu

Smart Catin (Calon Pengantin), Upaya Dinas Kesehatan Kota Batu Tekan Angka Stunting

Sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting di Kota Batu, Dinas Kesehatan Kota Batu menjalankan program Smart Catin (Calon Pengantin).

Smart Catin (Calon Pengantin), Upaya Dinas Kesehatan Kota Batu Tekan Angka Stunting
Benni Indo
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari 

SURYAMALANG.COM, BATU – Sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting di Kota Batu, Dinas Kesehatan Kota Batu menjalankan program Smart Catin (Calon Pengantin).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu drg Kartika Trisulandari mengatakan, Smart Catin ini menjangkau calon pengantin agar memiliki pemahaman tentang kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi.

Diakui Kartika, selama ini upaya untuk menekan jumlah angka stunting terfokus pada anak. Kartika mulai mengubah cara-cara seperti itu, ia menarik jauh penanganan stunting yang terfokus pada anak. Yaitu mulai dari calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan.

“Saat ini fokus anaknya. Kami tarik sekarang, yakni lewat calon pengantinnya,” ujar Kartika, Jumat (11/10/2019).

Dinas Kesehatan juga sudah melakukan kerjasama dengan Kementerian Agama Kota Batu dan Gereja. Kelanjutan dari kerjasama ini adalah surat edaran Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yang akan diedarkan dalam waktu dekat ini.

Nantinya, setiap calon pengantin akan mendapatkan buku kesehatan calon pengantin sebagai tanda telah mengikuti bimbingan kesehatan reproduksi. Buku itu kemudian bisa digunakan untuk kelengkapan administrasi pernikahan.

Setiap calon yang memiliki kartu tersebut, berarti telah mendapatkan pemaparan tentang kesehatan reproduksi.

“Nah ini yang jangka panjang untuk menurunkan stunting. Selama kehamilan tidak siap, risiko tinggi. Ketika disiapkan saat calon pengantin, itu lebih baik. Kami siapkan SE Wali Kota Batu untuk tertib administrasi pendaftaran calon pengantin. Salah satu saratnya buku kesehatan calon pengantin. Ini upaya supaya mereka terpapar kesehatan reproduksi,” terangnya.

Terobosan lain yang digunakan Dinas Kesehatan Kota Batu adalah merangkul para perias pengantin. Para perias pengantin akan diberikan materi tentang kesehatan reproduksi. Kemudian materi itu bisa disampaikan kepada calon pengantin yang mereka rias.

Kartika menilai hal tersebut cukup efektif untuk memberikan pemahaman kepada calon pengantin. Pasalnya, ketika komunikasi dilakukan saat kondisi hati sedang bahagia seperti di hari pernikahan, nasihat-nasihat yang baik bisa diterima.

“Ya, kami ingin merangkul perias pengantin supaya bisa menyampaikan saat merias pengantin. Kalau orang sedang dalam gembira diberi pemahaman cepat masuk,” ujar Kartika.

Angka stunting di Kota Batu sebanyak 28,3 persen. Data itu sesuai Riskesdas 2018. Sedangkan dari survei pemantauan gizi, pada 2017 jumlah stunting di Kota Batu 35 persen. Data Riskesdas itu kata Kartika dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, yakni Kementerian Kesehatan pada 2 Desember 2018.

Temuan di Kota Batu, penyebab utamanya terjadi stunting berasal dari berbagai faktor. Selain faktor pendidikan, juga faktor makanan dan sanitasi.

“Dari survey awal ini, memang dari keragaman pangan, sama komposisi. Protein lemak dan karbo tidak berimbang,” tutup Kartika.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved