Minggu, 19 April 2026

Malang Raya

BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Pria Curi Motor Dekat Pemilik dan Jembatan Muharto Dibangun

Berikut ini rangkuman berita Malang populer hari ini, Minggu 13 Oktober 2019 yang dihimpun oleh SURYAMALANG.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
aminatus sofya
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander saat menginterogasi Bambang Harianto, tersangka maling motor. 

SURYAMALANG.COM - Berikut ini rangkuman berita Malang populer hari ini, Minggu 13 Oktober 2019 yang dihimpun oleh SURYAMALANG.

Berita Malang hari ini mencakup tentang kabar pria curi motor yang diparkir dekat pemiliknya.

Selain itu ada pula kabar tentang rencana pembangunan jembatan Muharto.

Berikut rangkuman berita Malang hari ini.

1. 4 Perda yang Belum Disahkan DPRD Kota Malang

Empat pimpinan DPRD Kota Malang.
Empat pimpinan DPRD Kota Malang. (SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang belum mengesahkan empat Perda usai dilantik pada Agustus kemarin.

Di mana empat Perda tersebut masing-masing ialah Perda Tugu Aneka Usaha (Tunas), Perda Minuman Beralkohol (Minol), Perda Tata Tertib Dewan (Tatib) dan Perda Barang Milik Daerah (BMD).

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika menjelaskan, bahwa empat Perda tersebut kini sedang disusun oleh anggota dewan.

"Kami ingin menghasilkan output Perda ini yang bermutu. Jadi ini akan kami fokuskan dan akan kami perdalam lagi sebelum kami sahkan," ucapnya.

Selain harus menyelesaikan empat perda, DPRD Kota Malang juga berfokus pada penyelesaian R-APBD 2020.

Hal itu seiring dengan proses dengar pendapat antara Komisi dengan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintahan Kota Malang yang digelar selama tiga hari mulai 9-11 Oktober 2019.

"Ya, tanggal 4 November ini harus kita dok APBD 2020. Setelah itu kami fokus ke empat Perda," ucapnya.

Berikut ini merupakan rincian dari empat Perda yang belum disahkan oleh DPRD Kota Malang.

2. Pria Curi Motor yang Diparkir dekat Pemiliknya

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander saat menginterogasi Bambang Harianto, tersangka maling motor.
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander saat menginterogasi Bambang Harianto, tersangka maling motor. (aminatus sofya)

Bambang Harianto, warga Jalan Letjen Sutoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, mencuri motor untuk istrinya pergi belanja.

Bambang Harianto sebenarnya sudah punya satu motor tetapi merasa kurang.

Dia lantas mencuri Honda Revo yang terparkir di salah satu toko di Pasar Tawangmangu pada 22 September lalu.

Saat itu, dia melihat motor milik penjual roti goreng di Pasar Tawangmangu. Pedagang itu memarkir motornya hanya berjarak 4 meter dari lapak.

Karena sibuk berjualan dari pukul 06.00 WIB, korban baru baru menyadari motor kesayangannya lenyap sekitar pukul 09.30 WIB. Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolres Malang Kota.

Saat kasusnya dirilis di Mapolres Malang Kota, Bambang mengaku baru pertama kali mencuri motor. Alasannya kata dia, adalah keinginan mempunyai dua motor agar bisa digunakan istrinya pergi belanja.

“Baru pertama kali ini (mencuri), pak. Pingin punya dua motor,” ujar Bambang, Sabtu (12/10/2019).

Dalam menjalankan aksinya, Bambang menggunakan kunci T yang telah ia desain khusus. Saat diminta mempraktekkan, tak butuh waktu lama bagi dia untuk membobol kendaraan.

“Tidak sampai satu menit sudah bobol pak kalau kondisinya tidak terkunci dan tidak tertutup,” katanya.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengungkapkan penangkapan Bambang dilakukan saat laki-laki 47 tahun itu berupaya menjual barang hasil curiannya. Pencurian yang dilakukan Bambang terekam kamera cctv di salah satu toko Pasar Tawangmangu.

“Sebelum tersangka berhasil menjual barang hasil curian, kami tangkap dulu,” tutur Dony.

Dony berjanji bakal terus melakukan operasi terhadap pelaku pencurian motor. Beberapa waktu lalu, Polres Malang Kota meringkus tiga gembong maling motor dan menembak mati dua diantaranya.

“Tersangka kami tangkap karena kasus Curanmor. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk menangkap para pelaku lainnya,” pungkasnya.

3. Jembatan Muharto akan Dibangun

Petugas Dinas Perhubungan Kota Malang saat akan melakukan rekayasa lalu lintas di atas jembatan Muharto, Kota Malang pada Kamis (26/9/2019).
Petugas Dinas Perhubungan Kota Malang saat akan melakukan rekayasa lalu lintas di atas jembatan Muharto, Kota Malang pada Kamis (26/9/2019). (Edgar)

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pembangunan jembatan Muharto baru akan dilakukan setelah jembatan Kedungkandang selesai dibangun.

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kepadatan kendaraan apabila kedua jembatan tersebut dibangun secara bersamaan.

Dikarenakan lokasi kedua jembatan tersebut hampir bersamaan dan berada di lokasi yang padat kendaraan.

"Jembatan Kedungkandang jadi dulu, baru nanti jembatan Muharto. Biar nggak crowded. Jadi harus gantian," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM.

Meski demikian, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Pemkot Malang akan memberikan penyangga beton untuk jembatan Muharto.

Hal itu dilakukan, agar adanya penguatan konstruksi jembatan apabila jembatan Kedungkandang mulai dibangun pada tahun 2020 nanti.

Dana yang digunakan untuk membangun penyangga beton juga menunggu dari Kementerian PUPR.

"Kalau gini di APBD tidak bisa. Saya kira nanti kami lakukan ke APBD 2021," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso membenarkan, bahwa pihaknya akan memasang beton penyanggah di Jembatan Muharto.

Pemasangan itu dilakukan untuk mengamankan jembatan Muharto yang kekuatannya kini tinggal 40 persen.

Sebelum melakukan pemasangan, pihaknya akan melakukan kajian lebih dulu dengan tim forensik dari Universitas Brawijaya.

Kajian itu dilakukan guna menentukan desain beton yang akan dilakukan untuk penyanggahan jembatan.

"Untuk jumlahnya berapa kami masih belum tahu. Tapi yang paling penting setiap pilar di Jembatan Muharto harus diberi penyanggah," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Sony itu menginginkan, sembilan gelagar yang ada di Jembatan Muharto nantinya juga diberi beton penyanggah.

Terutama untuk lima gelagar yang kondisinya kini telah putus di Jembatan Muharto.

"Tiga di sisi timur, dua di sisi barat yang putus harus diberi penyanggah, dan empat gelagar yang di tengah harus diberi juga," terangnya.

Meski demikian, beton penyangga yang nantinya akan dipasang tidak akan menambah kekuatan jembatan Muharto.

Apabila kekuatan ditambah, kata Sony harus dilakukan pembuatan jembatan baru.

Dia pun juga tidak bisa memperkirakan kapan jembatan Muharto ini akan dibangun.

"Yang pasti desain kekuatan beton penyangga sampai lima tahun, kami harap di tahun 2021 nanti ada anggaran untuk membangun jembatan tersebut," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved