Kabar Gresik

Jaksa Tahu Sekretaris Pemkab Gresik sudah di Jatim, Berharap Penuhi Panggilan sebagai Tersangka

Jaksa Tahu Sekretaris Pemkab Gresik sudah di Jatim, Berharap Penuhi Panggilan sebagai Tersangka

Jaksa Tahu Sekretaris Pemkab Gresik sudah di Jatim, Berharap Penuhi Panggilan sebagai Tersangka
pemkab gresik
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, saat pelantikan Andhy Hendro Wijaya sebagai Sekretaris Pemkab Gresik, 9 Januari 2019. 

Jaksa Tahu Sekretaris Pemkab Gresik sudah di Jatim, Berharap Penuhi Panggilan sebagai Tersangka

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Kejaksaan Negeri Gresik melayangkan surat panggilan pertama kepada Sekretaris Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya, sebagai tersangka kasus dugaan pemotongan dana insentif pegawai di Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik.

Sebelumnya, Andhy sudah empat kali mangkir dari panggilan pemeriksaan saksi. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik, Pandoe Pramoekartika, meminta tersangka memenuhi panggilan pada Kamis (24/10/2019).

"Panggilan sudah dikirim untuk saksi besok Kamis," kata Pandoe, kepada wartawan, Rabu (23/10/2019).

Dia berharap, Andhy Hendro Wijaya sebagai Kepala BPPKAD Gresik tahun 2018, datang tanpa dijemput paksa. Sebab, selama dipanggil menjadi saksi sebanyak 4 kali, selalu mangkir.

"Kalau bisa yang bersangkutan datang sendiri tanpa dijemput paksa," imbuh Humas Kejari Gresik, Bayu Probo Sutopo.

Menurut Bayu, Andhy sudah ada di Jawa Timur. Hal itu terlihat dari daftar penumpang pesawat yang menunjukan bahwa dia sudah kembali pada Sabtu (19/10/2019).

"Namun, kami cari di beberapa tempat belum menemukan. Di rumahnya di Green Garden belakang Icon Mall, di kantor Pemkab Gresik, di Perumahan GKB (Gresik Kota Baru), di Bank Jatim dan di Mojokerto juga belum menemukan," katanya.

TERSANGKA - Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika saat menetapkan Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya sebagai tersangka, Senin (21/10/2019).
TERSANGKA - Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika saat menetapkan Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya sebagai tersangka, Senin (21/10/2019). (sugiyono)

Andhy pernah dipanggil menjadi saksi pada Senin (14/10/2019), kemudian panggilan kedua surat pemanggilan diantar di rumahnya dan surat diterima oleh istrinya.

Panggilan kedua untuk menjadi saksi pada Rabu (16/10/2019).

Setelah itu, panggilan ketiga diantarkan ke kantor Pemkab Gresik sebagai saksi pada Jumat (18/10/2019). Kemudian dipanggil lagi pada Senin (21/10/2019).

Sebelumnya, jaksa telah menetapkan seorang tersangka, pejabat pelaksana tugas (Plt) Kepala BPPKAD Gresik, M Mukhtar. Dalam penggeledahan sekaligus operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor BPPKAD ditemukan uang dalam brankas senilai Rp 500 juta lebih.

Dalam kasus tersebut Mukhtar ditetapkan sebagai terdakwa tunggal sampai dihukum selama 4 tahun penjara serta denda Rp 200 juta, subsidair 2 bulan kurungan.

Selain itu, terdakwa diharuskan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 2,1 miliar, subsidair 6 bulan kurungan. 

Penulis: Sugiyono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved