Breaking News:

Malang Raya

Pabrik DIET Group Bentoel Akan Ekspor 2.800 Ton Tembakau ke 5 Negara

Pabrik Dry Ice Expanded Tobacco (DIET) milik Bentoel Group akan mengirim 2.800 ton tembakau ke lima negara.

Bentoel Grup
Pabrik Dry Ice Expanded Tobacco (DIET) milik Bentoel Group melakukan prosesi tumpengan jelang pengiriman 2800 ton tembakau ke lima negara. 

SURYAMALANG.COM, SINGOSARI - Pabrik Dry Ice Expanded Tobacco (DIET) milik PT Bentoel Group akan mengirim 2.800 ton tembakau ke Korea Selatan (Korsel), Singapura, Vietnam, Pakistan, dan Sri Lanka.

Presiden Komisaris Independen Bentoel Group, Hendro Martowardojo mengatakan pencapaian ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung program ekspor pemerintah dan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pabrik DIET Bentoel Group yang berlokasi di Desa Randuagung, Singosari, Kabupaten Malang dan mulai dioperasikan pada 2018.

Mereka memiliki nilai total investasi sebesar 293 miliar Rupiah dan memiliki kapasitas produksi hingga 5000 ton per tahun.

“Pabrik DIET menggunakan teknologi unik yang dapat mengembangkan tembakau hingga 110% dari kondisi semula,” kata Hendro Martowardojo dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM, Kamis (24/10).

Hendro mengatakan Pabrik DIET di Malang ini merupakan satu dari empat pabrik DIET milik British American Tobacco (BAT) di dunia, selain di Jerman, Inggris, dan Meksiko.

“Sampai akhir tahun ini, pengiriman produk DIET Bentoel Group diperkirakan akan mencapai 3500 ton,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Bentoel Group telah memperluas ekspor produknya, baik secara langsung maupun tidak langsung di tahun 2019 ini.

Ekspornya hingga ke 19 negara, termasuk ke negara Jepang dan Korea yang menerapkan standar yang sangat tinggi dan regulasi yang ketat terkait dengan produk tembakau.

Negara-negara tujuan ekspor Perusahaan di antaranya adalah Malaysia, Taiwan, Singapura, Hong Kong, dan Kamboja.

“Melalui kegiatan ekspor, perusahaan ikut berkontribusi untuk meningkatkan neraca ekspor dan mendatangkan devisa bagi negara Indonesia,” ujarnya.

Dari tahun ke tahun, perusahaan telah melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Seperti mengembangan fasilitas modern berkelas dunia dan menggunakan teknologi terkini untuk peningkatan kapasitas produksi.

Dari tahun 2013 sampai tahun 2018, Perusahaan telah berinvestasi sebesar hampir Rp 5 triliun melalui pengadaan mesin-mesin produksi dan berbagai aset tetap.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved