Sabtu, 2 Mei 2026

Kota Batu

Angin Kencang di Kota Batu Berdampak Parah, Sebanyak ini Keperluan untuk Pemulihan

Anggota TNI AD turut memperbaiki genting yang rusak di SDN 3 Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
benni indo
Anggota TNI AD sedang memperbaiki genting yang rusak di SDN 3 Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Pemkot Batu sedang memulihkan kawasan terdampak angin kencang di Desa Sumber Brantas dan sekitarnya.

Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kota Batu Doddy Faturrahman saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, perbaikan difokuskan terlebih dahulu di daerah pemukiman.

“Saat ini kami fokus dalam pemulihan daerah pemukiman. Selain itu kami juga memberikan bantuan berupa material kepada korban yang memang kurang mampu,” ujarnya, Selasa (29/10/2019).

BPBD Kota Batu juga sudah menyelesaikan pemulihan bangunan rusak seperti sekolah dan masjid. Doddy mengatakan tiga daerah difokuskan untuk pemulisah kawasan permukiman berada di Desa Sumbergondo, Tulungrejo, dan Sumber Brantas.

“Yang paling parah terkena dampak kemarin yakni di Desa Sumbergondo. Untuk saat ini masyarakat di kawasan tersebut fokus melakukan perbaikan kerusakan ringan maupun sedang di rumah masing masing,” urainya.

Katanya, rumah yang mengalami kerusakan berat akan dicarikan diperbaikai secara gotong royong bersama Pemkot Batu. Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kota Batu, ada 544 rumah yang terdampak akibat bencana angin kencang beberapa waktu lalu. Diantaranya 456 rusak ringan, 79 rumah rusak sedang dan 9 rumah rusak berat.

Dari beberapa kerusakan tersebut, bantuan material yang dibutuhkan sebanyak 52.788 buah genteng, 3.014 hardplek, 173 triplek, 172 kayu ukuran 4x6, dan 2 buah kayu ukuran 2x3 serta beberapa material lainnya. Namun, kebutuhan material ini bisa saja bertambah mengingat saat ini pendataan kebutuhan material ini masih berlangsung.

"Paling banyak material yang dibutuhkan adalah genteng. Namun mengingat di beberapa rumah memiliki genteng yang berbeda beda, untuk itu nanti mungkin bisa diganti genteng fiber agar lebih mudah pengadaannya," jelasnya.

Di tempat terpisah, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim menjelaskan ada tujuh daerah yang berpotensi terdampak bencana di antaranya Bulukerto, Punten, Bumiaji, Torongrejo, Pendem Oro-oro Ombo, dan Tlekung. Data itu merupakan hasil dari evaluasi catatan BPBD Kota Batu sejak tahun lalu.

Rochim menjelaskan, potensi angin kencang tersebut merupakan hal yang biasa terjadi saat memasuki masa peralihan musim kemarau menuju musim penghujan. Dikatakan Rochim, Kota Batu banyak didominasi oleh awan cumulonimbus (CB) yang memiliki sifat dasar membawa angin di suhu rendah dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, menimbulkan angin kencang bahkan peningkatan intensitas sambaran petir.

"Tapi dari pengalaman Desa Sumber Brantas kemarin kami bisa belajar banyak. Jika ada peningkatan kecepatan angin di tujuh daerah yang kami sebutkan, kami akan segera memberikan imbauan kepada warga," papar Rochim.

BPBD Kota Batu saat masih terus memantau pergerakan angin. Angin yang memiliki kecepatan 60 km per jam bisa menjadi angin puting beliung.
“Kami akan berikan peringatan ketika angin mencapai 45 km/jam," tandasnya.

Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kelas II Malang pernah merilis informasi terkait adanya angin kencang di Kota Batu pada 21 Oktober lalu. Prakirawan BMKG Kelas II Malang Ahmad Lutfi menjelaskan analisis kejadian cuaca ekstrim angin kencang di Desa Sumber Brantas.

“Berdasarkan pantauan kondisi di lapangan dan dinamika atmosfer yang terjadi dapat kami berikan penjelasan bahwa angin kencang di Desa Sumber Brantas, pada Sabtu sampai dengan Minggu 20 Oktober 2019 dengan kecepatan angin maksimum mencapai 80 km/jam,” ujar Lutfi.

Dijelaskannya lagi, kecepatan angin maksimum di Stasiun Klimatologi Malang terpantau 60 km/jam. Secara umum wilayah Jawa Timur berada pada masa peralihan, hal ini ditandai dengan peningkatan kecepatan angin timuran.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved