Kabar Jakarta

Istri Berubah Setelah 3 Tahun Nikah, Anak Kandung Dicekoki Air Galon & Tewas, Suami Umbar Tabiatnya

Istri berubah setelah 3 tahun menikah, anak kandung dicekoki air galon sampai tewas, suami bongkar tabiat hingga perilaku aslinya sehari-hari.

Suryamalang.com/kolase ilustrasi Facebook.com/TribunJakarta.com
Ilustrasi Wanita dan Bobi Lesmana 

"Mungkin ini pelajaran bagi saya ke depannya bisa cari pendamping yang baik. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya karena mau saya nyesel apapun, anak saya enggak bakal balik lagi," tuturnya.

NP tega menghabisi nyawa anak perempuannya itu dengan mencekokinya dengan air galon pada Jumat (18/10/2019) pagi.

Saat kejadian, Bobi sedang bekerja sebagai pengendara ojek online.

Kronologi Kejadian 

Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Erick Sitepu mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, ZNL tewas karena kelebihan cairan di dalam paru-parunya.

Hal tersebut lantaran pada hari kejadian Jumat (18/10/2019) pekan lalu, NP tega mencekoki ZNL hingga delapan cangkir air putih.

"Jadi saat pelaku mau memberikan makan ke korban, korban malah maunya hanya minta minum saja," kata Erick saat merilis kasus tersebut di Mapolsek Kebon Jeruk, Jumat (25/10/2019).

"Pelaku pun kesal dan mengambil cangkir dari galon untuk diminumkan kepada korban sampai berkali-kali," sambungnya.

Polisi menunjukan barang bukti yang digunakan NP untuk membunuh anaknya.
Polisi menunjukan barang bukti yang digunakan NP untuk membunuh anaknya. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA )

Erick menuturkan bahwa korban saat itu sempat menolak dan menangis.

Namun pelaku tetap memaksanya untuk minum dengan mendekap hidung korban.

"Setelah korban lemas dan perutnya membesar korban kemudian diletakan ke lantai oleh pelaku," kata Erick.

Polisi pun turut menyita cangkir dan galon yang digunakan pelaku untuk mencekoki air ke korban sebagai barang bukti.

Tinggalkan Korban

Setelah korban tak sadarkan diri, pelaku sempat pergi ke klinik bersama satu anaknya yang lain.

Diketahui, korban merupakan salah satu anak kembar pelaku.

"Namun karena di klinik bidannya tidak ada, pelaku dan anak yang satunya kembali ke rumah," papar Erick.

"Kemudian pelaku mengganti baju korban yang basah dan meminta tolong warga untuk membawa korban ke rumah sakit," sambungnya.

Korban dinyatakan tewas setelah dilarikan ke Rumah Sakit Bina Mandiri.

Setelah sempat mengelak, NP pun mengakui semua perbuatannya.

Kepada polisi, NP mengaku tengah  depresi hingga tega melakukan hal tersebut.

Ia mengaku diancam cerai oleh sang suami.

Kekesalannya pun dilampiaskan kepada ZNL yang memang sempat diasuh oleh mertua pelaku.

"Jadi memang diduga pelaku mengalami tekanan baik dari suami dan mertua," paparnya.

"Dan pelaku sempat diancam suaminya akan diceraikan karena membeda-bedakan anaknya mengingat korban ini yang sempat tinggal oleh mertuanya kondisinya lebih kurus dibanding kembarannya," sambungnya.

Atas perbuatannya, NP dikenakan Pasal berlapis yakni Pasal 351 KUHP tentang penganiyaan yang menyebabkan korban meninggal, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 80 ayat 4 Undang undang tentang 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved