Jumat, 15 Mei 2026

Universitas Brawijaya Malang

Dua Profesor Baru UB Malang: Arinto Bidang Fisika Lingkungan dan Sukir Vulkanologi - Geothermal

Dua profesor baru UB Malang:Prof Drs Arinto Yudi Ponco Wardoyo MSc PhD dan Prof Sukir Maryanto SSi MSi PhD.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
ub
Dua profesor baru dari FMIPA Universitas Brawijaya (UB) Malang dikukuhkan Rabu (30/10/2019). Mereka adalah Prof Drs Arinto Yudi Ponco Wardoyo MSc PhD dan Prof Sukir Maryanto SSi MSi PhD. Arinto adalah profesor di bidang Ilmu Fisika Lingkungan. Sedang Sukir di bidang Ilmu Vulkanologi dan Geothermal. Mereka adalah profesor ke 249 dan 250 di UB. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dua profesor baru dari FMIPA Universitas Brawijaya (UB) Malang dikukuhkan Rabu (30/10/2019).

Mereka adalah Prof Drs Arinto Yudi Ponco Wardoyo MSc PhD dan Prof Sukir Maryanto SSi MSi PhD. Arinto adalah profesor di bidang Ilmu Fisika Lingkungan. Sedang Sukir di bidang Ilmu Vulkanologi dan Geothermal. Mereka adalah profesor ke 249 dan 250 di UB.

Sukir membawakan orasi ilmiah " Pengembangan Sistem Monitoring Terintegrasi Untuk Mitigasi dan Eksplorasi Volcano Hosted Geothermal". "Geothermal merupakan satu sumber energi," jelas Sukir. Ada yang dimanfaatkan secara langsung dan tidak langsung. Yang langsung adalah tanpa ada proses pengubahan untuk kepentingan non listrik. Dimana hanya dilakukan di dekat lokasi adanya sumber panas bumi.

Misalkan untuk memasak, pengobatan dan ritual. Di Jawa Timur ada beberapa tempat wisata pemandian air panas yang merupakan manifestasi dari energi geothermal. Selain untuk sektor pariwisata, energi geothermal juga dapat dimanfaatkan pada bidang industri. Yaitu perusahaan kertas yang memanfaatkan uap yang disuplai dari sumur-sumur geothermal.

Uap itu untuk mengeringkan dan memasak potongan kayu (bahan kertas), menggerakkan mesin pencetak kertas, dan untuk meningkatkan evaporasi black liquar. Selain itu juga dipakai di proses pengeringan pada industri cat, semen, proses ekstraksi pada industri bahan-bahan kimia serta pada industri makanan awetan. Sedang secara tidak langsung untuk pembangkit listrik.

Potensi geothermal di Indonesia sekitar 40% di dunia. Tapi 80% nya merupakan Volcano Hosted Geothermal (VHG) yakni geothermal yang berasosiasi dengan gunung api. Sehingga tak hanya dieksplorasi tapi perlu juga dimonitor untuk migasi bencananya. Sedang Arinto membawakan orasi ilmiah "Pembakaran Biomassa: Emisi Partikulat Dan Dampak Kesehatan".

Ia menjelaskan dampak dampak pembakaran biomassa bagi tubuh. Pembakaran biomassa seperti kebakaran hutan, pembakaran sisa hasil pertanian, pembakaran kayu, dan pembakaran sampah biomassa berdampak buruk bagi tubuh. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya kerusakan sel pada organ, antara lain paru-paru, darah merah, ginjal, dan hati.
Menurutnya, tingkat kerusakan organ sebanding lurus dengan dosis konsentrasi partikulat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved