Breaking News:

Kabar Surabaya

Kasus Video Vlog Ibu Cantik Vs PT Pelni Divonis 1,5 Tahun Pidana, Sebut Bukti Korupsi Diserahkan KPK

Ibu cantik yang mengunggah video vlognya mengancam akan melaporkan dugaan korupsi di PT Pelni ke media sosial itu menghadapi vonis di PN Surabaya

Tribun Jatim/Syamsul Arifin
Kolase- Marita Sani saat mengikuti sidang. seorang ibu yang jadi terdakwa karena video vlog yang diunggahnya di media sosial mengancam melaporkan dugaan korupsi di PT Pelni akhirnya divonis 1,5 tahun penjara di PN Surabaya, Rabu (6/11/2019) 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Terdakwa Marita Sani seorang ibu yang tersangkut kasus video vlog mengancam bongkar borok korupsi PT Pelni akhirnya divonis hukuman satu setengah (1,5) tahun penjara, Rabu (6/11/2019).

Ibu cantik yang mengunggah video vlognya mengancam akan melaporkan dugaan korupsi di PT Pelni ke media sosial itu menghadapi vonis dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Marita Sani dianggap terbukti melanggar pasal 45 ayat (4) jo. Pasal 27 ayat (4) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Jejak Terakhir Mahasiswa UB Malang Pecandu Game Online sebelum Menghilang 11 Hari Lalu

Yuni Shara Sudah Siapkan Surat Wasiat, Ada 3 Hal yang Harus Dipatuhi Keponakan KD Jika Ibunya Wafat

Prostitusi Berkedok Karaoke di Sumberpucung, Malang, Sediakan Dua Gadis di Bawah Umur

Terdakwa Marita Sani yang menuding pegawai PT. Pelni melalui video vlog yang diunggah di media sosial divonis satu tahun enam bulan pidana. 

"Mengadili, menghukum terdakwa Marita Sani dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan penjara dikurangi selama terdakwa menjalani penahanan," kata hakim ketua Dede Suryaman saat bacakan amar putusannya di ruang sidang Garuda 2, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (6/11/2019). 

Dijelaskan majelis hakim, Terdakwa Marita Sani dianggap tidak mampu membuktikan tudingan korupsi yang ditujukan ke pegawai PT Pelni, lantaran belum adanya putusan pengadilan yang membenarkan ocehannya.

ibu-ibu ancam bongkar borok PT Pelni.
ibu-ibu ancam bongkar borok PT Pelni. (Suryamalang)

"Bahwa setiap perbuatan haruslah menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah. Ini berlaku kepada semua orang termasuk terdakwa. Oleh karena tidak mampu membuktikan tudingan itu, terdakwa haruslah dihukum karena mejelis tidak menemukan alasan pembenar atau pemaaf yang dapat membebaskan terdakwa dari jeratan hukum," sambung hakim Dede.

Tak hanya itu, Hakim juga menyatakan saksi pelapor memiliki legal standing yang sempat dipersoalkan oleh terdakwa dan tim penasehat hukumnya saat pembelaan.

"Bahwa, saksi pelapor dalam perkara ini menurut hakim adalah sah. Karena saksi pelapor merupakan bagian dari PT Pelni yang disebut terdakwa dalam unggahan video vlognya," terangnya.

Atas vonis ini, terdakwa Marita Sani mengaku masih pikir-pikir. Sikap itu dilontarkannya usai berkonsultasi dengan tim penasehat hukumnya.

Halaman
123
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved