Kabar Sidoarjo

Kenalan Lama Muncul Lagi setelah 5 Tahun Tak Bertemu, Hibahkan Dana Rp 11 Miliar, Ternyata. . .

#SIDOARJO - Kenalan Lama Muncul Lagi setelah 5 Tahun Tak Bertemu, Hibahkan Dana Rp 11 Miliar, Ternyata. . .

Kenalan Lama Muncul Lagi setelah 5 Tahun Tak Bertemu, Hibahkan Dana Rp 11 Miliar, Ternyata. . .
Kukuh Kurniawan
BARANG BUKTI - Kapolsek Sedati, AKP Inggal Widya Perdana, menunjukkan tersangka Zainul Arifin (51), warga Desa Pademonegoro Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, dan barang bukti penipuannya terhadap Suprapto (47) yang tinggal di Pepe Indah RT 1 RW 6, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Kenalan lama muncul lagi setelah lima tahun tak bertemu. Dia siap hibahkan dana Rp 11 miliar. Dia pun menyerahkan tiga koper yang katanya berisi uang Rp 11 miliar. Ternyata, isinya cuma tumpukan kertas HVS dan buku tulis.

Modus jahat itu dilakukan Zainul Arifin (51), warga Desa Pademonegoro Kecamatan Sukodono, Sidoarjo

Kapolsek Sedati, AKP Inggal Widya Perdana, mengatakan, awal mulanya tersangka mendatangi rumah korban yaitu Suprapto (47) yang tinggal di Pepe Indah RT 1 RW 6, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

"Tersangka ini dulu pernah kerja di tempat korban. Setelah itu keluar dan hampir lima tahun tak pernah bertemu. Kemudian setelah bertemu kembali, tersangka menawarkan kepada korban uang hibah sebesar Rp 11 miliar untuk disalurkan kepada anak yatim piatu," ujarnya, Rabu (6/11/2019).

Untuk bisa mencairkan uang Rp 11 miliar itu, korban dimintai uang oleh pelaku dengan alasan untuk syarat membeli minyak serta perlengkapan yang dibutuhkan.

Seperti terhipnotis, korban tanpa sadar beberapa kali mentransfer uang kepada tersangka hingga mencapai nominal Rp 76,5 juta.

"Lalu korban diberikan tiga buah koper agar disimpan baik-baik. Dia meminta agar koper tersebut jangan dibuka hingga ada perintah dari seorang kakek," tambahnya.

Korban pun kemudian tak berani membuka koper itu, namun lama kelamaan korban curiga dengan isi kopernya.

"Apalagi si tersangka tak pernah ada kejelasan untuk membuka koper, akhirnya dengan memberanikan diri korban kemudian membuka koper," terangnya.

Alangkah kaget korban, ternyata bukannya uang Rp 11 miliar di dalam koper melainkan tumpukan kertas HVS dan buku tulis.

Korban yang merasa telah tertipu kemudian melaporkan kejadian itu kepada Mapolsek Sedati.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi pun langsung bertindak cepat dan menangkap tersangka.

"Tersangka sendiri kita jerat pasal 378 dan pasal 372 KUHP. Dengan ancaman pidana empat tahun penjara," tandasnya. kukuh kurniawan

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved