Universitas Muhammadiyah Malang

15 Kampus Negeri dan Swasta dari Taiwan Gelar Pameran di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

"Taiwan negara demokrasi, ramah dan terbuka untuk negara lain seperti Indonesia," jelas Prof Yinghuei Chen PhD, Dekan Asia University, Taiwan.

15 Kampus Negeri dan Swasta dari Taiwan Gelar Pameran di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
sylvianita widyawati
Sebanyak 15 perguruan tinggi negeri dan swasta di Taiwan menjaring calon mahasiswa dari Malang melalui pameran di gedung kuliah bersama 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Desa Tegalgondo Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jumat (8/11/2019). 

SURYAMALANG.COM, KARANGPLOSO - Sebanyak 15 perguruan tinggi negeri dan swasta di Taiwan menjaring calon mahasiswa dari Malang melalui pameran di gedung kuliah bersama 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Desa Tegalgondo Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jumat (8/11/2019).

"Taiwan negara demokrasi, ramah dan terbuka untuk negara lain seperti Indonesia," jelas Prof Yinghuei Chen PhD, Dekan International College Asia University kepada suryamalang.com.

Karena itu, pameran juga menyinggahi Malang karena ia tahun calon mahasiswa pasti ingin memilih yang terbaik buat masa depannya. Selain itu biaya kuliah lebih murah dibanding jika kuliah di Australia, Amerika atau di Singapura. "Kalau kuliah di Taiwan, maka bisa berbahasa Inggris dan Mandarin," ujar Prof Chen.

Sedang Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi menyatakan pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Taiwan. "Dan sudah ada dosen atau fakultas yang menindaklanjuti. Seperti kuliah, riset, pertukaran mahasiswa, dosen dsb," kata Syamsul. Kemajuan negara Taiwan menujukkan kemajuan pendidikannya.

Dosen Hubungan Internasional (HI) Fisip UMM, Gonda Yumitro yang sedang kuliah S3 di Malaysia menjelaskan pernah ikut research fellow dengan Asia University selama enam bulan.

"Jika sudah ada kerjasama dengan perguruan tinggi, masuknya gampang," jelas dosen yang menyelesaikan S2 di India ini. Dikatakan, saat ini Taiwan fokus pada negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia karena potensi penduduknya.

"Saat ini masih ada dosen UMM yang kuliah di Taiwan," paparnya. Untuk biaya hidup di Taiwan relatif murah.

Jika tinggal di asrama kampus sekitar Rp 1,5 juta dengan fasilitas lengkap. "Bisa juga menambah uang saku dengan kerja saat akhir pekan. Untuk itu harus izin imigrasi agar mendapat work permit," urainya.

Untuk menjaga warung sehari di Taiwan bisa Rp 500.000. Jika Sabtu-Minggu bisa mendapat Rp 1 juta.

"Sebulan bisa Rp 4 juta," kata dia. Selain kuliah, juga bisa belajar kultur antri dan kejujuran.

"Seperti antri naik bus. Kalau ada barang ketinggalan di bus umum dipastikan tidak akan hilang. Karena jadwal bus jelas dan diketahui berangkat dari titik mana," katanya.

Jadwal bus bisa diketahui. Sedang untuk yang naik bus kurang dari 10 km, gratis. Pameran pendidikan tinggi Taiwan digelar di tiga kota yaitu Semarang, Surabaya dan terakhir di Malang.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved